KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggunakan beton mutu K-350 fast track dalam pekerjaan rekonstruksi Jalan Rawa Buntu. Material tersebut digunakan untuk memperbaiki struktur beton yang rusak dengan dukungan metode pengerjaan yang dirancang untuk mempercepat proses konstruksi.
Pekerjaan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan ini berlangsung di ruas jalan dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno–Buaran, arah BSD menuju Pamulang.
Sebelum perbaikan struktur dilakukan, petugas mengupas lapisan aspal lama atau scraping pada Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10) dini hari. Pengupasan dimulai sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan cold milling machine untuk membuka permukaan jalan dan memeriksa kondisi konstruksi di bawahnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa tahapan pengupasan diperlukan untuk mengidentifikasi kerusakan sekaligus menentukan bagian yang harus diperbaiki.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan dua segmen kerusakan pada struktur beton yang menjadi prioritas penanganan.
Beton Fast Track untuk Mendukung Percepatan
Penanganan kerusakan dilakukan dengan membongkar bagian beton yang terdampak melalui proses excavation. Setelah pembongkaran, struktur jalan akan diperbaiki dengan pengecoran menggunakan beton mutu K-350 fast track, sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.
Beton fast track merupakan jenis beton yang dirancang untuk mencapai kekuatan yang dibutuhkan dalam waktu lebih cepat dibandingkan beton konvensional dengan perawatan dan kondisi yang sesuai. Penggunaannya dapat mendukung pekerjaan infrastruktur yang membutuhkan pengaturan waktu pelaksanaan secara ketat.
Meski demikian, percepatan pekerjaan tetap bergantung pada pencapaian kekuatan beton yang dipersyaratkan. Karena itu, tahapan selanjutnya harus mengikuti spesifikasi teknis dan hasil pemeriksaan kekuatan beton, bukan hanya berdasarkan lamanya waktu pemeraman.
Dalam pekerjaan Jalan Rawa Buntu, beton direncanakan menjalani masa pemeraman awal sekitar tiga hari. Waktu tersebut menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan dan tidak serta-merta berarti jalan dapat langsung digunakan kembali setelah tiga hari.
Perbaikan Menyasar Struktur Jalan
Struktur jalan pada bagian yang ditangani menggunakan sistem perkerasan kaku (rigid pavement), yaitu konstruksi beton yang berfungsi menahan dan mendistribusikan beban kendaraan.
Di atas struktur tersebut terdapat lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) yang berfungsi sebagai lapisan pengikat dalam struktur perkerasan beraspal. Karena kerusakan ditemukan pada bagian beton, penanganan perlu dilakukan terhadap struktur terlebih dahulu sebelum lapisan permukaan dipulihkan.
Dua segmen yang menjadi prioritas berada di sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter, serta di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran, dengan panjang sekitar 121 meter dan lebar 6 meter.
Setelah perbaikan beton memenuhi persyaratan teknis, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemulihan lapisan aspal AC-BC sesuai kebutuhan. Tahapan ini diperlukan agar konstruksi jalan kembali berfungsi sebagai satu kesatuan, mulai dari struktur utama hingga lapisan permukaannya.
Secara keseluruhan, rangkaian pembongkaran hingga pengecoran pada kedua segmen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Durasi tersebut mencakup pekerjaan penanganan struktur beton dan bukan semata-mata waktu pemeraman.
Pengendara Diminta Mengantisipasi Pekerjaan
Selama rekonstruksi berlangsung, kondisi permukaan jalan berubah mengikuti tahapan pekerjaan. Pengupasan aspal dapat menimbulkan perbedaan ketinggian antara bagian yang telah dikupas dan bagian yang belum dikerjakan.
Pekerjaan pada salah satu sisi lajur juga berpotensi membatasi ruang gerak kendaraan dan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Ahmad mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi bagian jalan yang permukaannya belum rata.
“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan menjadi tidak rata dan terdapat perbedaan ketinggian. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” ujar Ahmad.
Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas, menjaga jarak aman, serta menghindari pengereman mendadak selama melintasi area rekonstruksi.
Melalui penggunaan beton K-350 fast track dan penanganan struktur yang rusak, rekonstruksi Jalan Rawa Buntu diharapkan dapat berjalan sesuai tahapan teknis dan mendukung peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kota Tangerang Selatan. (*)
