Perusahaan Fasilitasi Sertifikasi Magang, Kemnaker Beri Reward dan Prioritas

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 12:34 14 Nazwa

JAKARTA | BD — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memberikan reward dan prioritas program kepada perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi peserta magang. Kebijakan ini menjadi dorongan konkret agar dunia usaha tidak hanya menyediakan tempat belajar, tetapi juga memastikan peserta memperoleh pengakuan kompetensi yang terstandar.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa integrasi pemagangan dengan sertifikasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pengalaman kerja saja tidak cukup tanpa diikuti bukti kompetensi yang diakui secara resmi.

“Program pemagangan tidak boleh berhenti pada pengalaman kerja semata, tetapi harus menghasilkan tenaga kerja yang memiliki pengakuan kompetensi yang jelas dan terstandar,” ujar Yassierli dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (06/04/2026).

Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah penting bagi peserta magang saat memasuki dunia kerja. “Dengan sertifikasi, peserta magang memiliki bekal yang lebih kuat saat menghadapi proses rekrutmen,” katanya.

Menurutnya, perusahaan yang berperan aktif dalam memfasilitasi sertifikasi telah berkontribusi langsung dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Karena itu, pemerintah akan memberikan prioritas dalam berbagai program ketenagakerjaan kepada perusahaan yang mendukung langkah tersebut.

“Perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi peserta magang telah berkontribusi langsung dalam mencetak tenaga kerja siap pakai,” tegasnya.

Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menyampaikan bahwa kebijakan ini juga bertujuan memastikan kompetensi peserta magang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami mengapresiasi perusahaan yang turut memfasilitasi sertifikasi peserta magang. Ini penting agar mereka memiliki bukti kompetensi yang terstandar dan diakui dunia industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan program pemagangan. “Sinergi ini penting agar program pemagangan memberi dampak jangka panjang bagi peserta,” imbuhnya.

Saat ini, program pemagangan nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk Batch I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026.

Sebagai bentuk pengakuan, Kemnaker memastikan setiap peserta memperoleh dokumen sesuai durasi keikutsertaannya. Peserta yang mengikuti program selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sementara yang mengikuti lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan akan memperoleh surat keterangan.

Dokumen tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk menunjukkan pengalaman sekaligus kesiapan kerja secara lebih meyakinkan.

Ke depan, Kemnaker akan terus memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi dan mitra industri di berbagai sektor, guna mencetak tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA