TANGERANG | BD — Petani di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menerima bantuan sarana pertanian berupa traktor, pompa air, dan benih padi untuk mendukung kegiatan budi daya serta meningkatkan produktivitas panen.
Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan panen padi sawah yang dihadiri Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, pada Kamis (15/10/2026). Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu petani mengatasi kendala produksi sekaligus memperlancar pengolahan lahan dan persiapan musim tanam berikutnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 1,5 ton, pestisida nabati untuk lahan seluas 500 hektare, serta alat pemotong rumput.
Berbagai sarana tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengolah tanah, memenuhi kebutuhan air tanaman, serta memelihara lahan pertanian. Ketersediaan alat dan bahan produksi juga diharapkan mampu mendukung efisiensi pekerjaan petani di lapangan.
Bantu Atasi Kendala Pengolahan Lahan dan Air
Perwakilan penerima bantuan dari Kelompok Tani (Poktan) Cibentek, Idep Bustomi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, bantuan sarana pertanian sangat dibutuhkan untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan budi daya, terutama pengolahan lahan yang masih membutuhkan waktu dan tenaga serta keterbatasan akses air pada musim tertentu.
“Sebelum ada bantuan ini, hasil panen dan proses pengerjaan sawah membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Kendala seperti pengolahan tanah manual dan ketersediaan air sering kali menghambat efisiensi tanam. Dengan hadirnya bantuan traktor, pompa air, hingga benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” terangnya.
Idep berharap, dukungan tersebut dapat mengurangi kendala operasional yang dihadapi petani sekaligus membantu memperlancar persiapan lahan untuk musim tanam selanjutnya.
“Bantuan ini sangat berarti untuk mempermudah kerja kami di lapangan dan meningkatkan hasil panen,” ungkapnya.
Dukungan untuk Delapan Kelompok Tani
Hamparan sawah di wilayah Kelompok Tani Cibentek memiliki luas sekitar 275 hektare dan dikelola oleh delapan kelompok tani. Dengan menggunakan varietas padi Inpari 32 dan perkiraan produktivitas 6,2 ton per hektare, hamparan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1.705 ton gabah.
Potensi produksi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan sarana pertanian untuk menjaga produktivitas lahan dan keberlanjutan kegiatan tanam. Ketersediaan traktor diharapkan membantu pengolahan tanah, sedangkan pompa air dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air tanaman ketika pasokan air terbatas.
Sementara itu, benih padi Inpari 32 diharapkan mendukung kegiatan penanaman, sedangkan pestisida nabati dan alat pemotong rumput dapat membantu pemeliharaan lahan pertanian.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani maupun penerima manfaat.
Ia juga mendorong petani segera mempersiapkan musim tanam berikutnya setelah panen selesai. Menurutnya, penanaman kembali diupayakan paling lambat 14 hari setelah panen agar keberlanjutan produksi pertanian tetap terjaga.
Kolaborasi Pemerintah untuk Meningkatkan Produktivitas
Maesyal menjelaskan, dukungan terhadap petani merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui anggaran masing-masing.
“Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan,” ungkapnya.
Ia berharap, bantuan sarana produksi tersebut tidak hanya memperlancar kegiatan pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Melalui dukungan peralatan, benih, dan sarana pendukung lainnya, petani di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat menjalankan kegiatan budi daya secara lebih efisien, menjaga produktivitas lahan, serta mempertahankan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. (*)
