Plang Desa Bendung dari Eco Bricks, Inovasi KKM 73 Untirta

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 11:43 25 Nazwa

SERANG | BD — Inovasi pengelolaan sampah plastik ditunjukkan oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik 73 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui pembuatan plang nama Desa Bendung berbasis eco bricks beberapa waktu yang lalu.

Plang nama desa berupa tulisan “Bendung” tersebut dibuat dari ratusan botol plastik bekas yang diisi sampah plastik hasil pengumpulan dari lingkungan sekitar desa. Botol-botol kemudian disusun secara kreatif hingga membentuk identitas wilayah sekaligus menjadi media edukasi lingkungan bagi masyarakat Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan yang dijalankan oleh KKM Kelompok 73 Untirta. Melalui pemanfaatan limbah plastik, mahasiswa berupaya mengurangi volume sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.

Selain bernilai estetika, plang nama desa dari eco bricks ini juga memiliki nilai edukatif dan simbolis. Karya tersebut menjadi bukti bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai guna, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di tingkat desa.

Koordinator Kegiatan, Satria Nutrias, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi jembatan pembangunan desa melalui pemanfaatan potensi dan material yang tersedia di Desa Bendung.

“Plang nama ini dibuat sebagai identitas wilayah dan penanda utama desa. Kehadiran eco bricks membuktikan bahwa persoalan sampah plastik dapat diatasi melalui inovasi sederhana, kolaborasi, dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan desa berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Februari 2206.

Sementara itu, Kepala Desa Bendung, Maksum, menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari inovasi KKM Kelompok 73 Untirta yang mendapat arahan serta masukan dari masyarakat. Ia menuturkan bahwa meningkatnya volume sampah plastik menjadi salah satu permasalahan utama di Desa Bendung.

Melalui pengelolaan sampah berbasis eco bricks, KKM 73 Untirta mengajak masyarakat untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Program ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Desa Bendung.

Pemerintah desa pun mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dukungan serta kerja sama seluruh pihak. Diharapkan, melalui program KKM ini, Desa Bendung dapat terus berkembang secara mandiri serta mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA