Prajurit TNI Tewas di Lebanon, SEMMI Jakarta Raya: Layak Jadi Ikon Perdamaian Dunia

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 17:24 19 Nazwa

JAKARTA | BD – Kematian prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Lebanon mendapat sorotan dari Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya yang menilai pengorbanan tersebut layak dijadikan ikon perdamaian dunia.

Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada institusi TNI dan keluarga korban atas gugurnya prajurit saat menjalankan tugas dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di wilayah konflik tersebut.

“Gugurnya personel TNI dalam misi internasional ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945,” ujar Yanto di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, kehadiran Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon bukan sekadar tugas militer, tetapi juga bentuk pengabdian kemanusiaan yang penuh risiko.

Menurutnya, prajurit yang gugur pantas diberikan penghormatan tinggi karena keberanian dan dedikasi mereka mencerminkan nilai-nilai perdamaian yang dijunjung bangsa Indonesia.

PW SEMMI Jakarta Raya juga mendorong pemerintah untuk memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk penghormatan abadi atas pengorbanan prajurit TNI dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Selain itu, organisasi tersebut berharap nilai pengabdian, keberanian, dan semangat kemanusiaan para prajurit dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga persatuan serta berkontribusi bagi perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan artileri Israel saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon selatan pada 29 Maret 2026. Selain satu korban gugur, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka.

Pemerintah Indonesia telah menyampaikan duka cita serta mengecam keras insiden tersebut, serta mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan atas serangan yang menimpa kontingen Indonesia tersebut. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA