KOTA TANGSEL | BD – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, teknologi ini juga menuntut masyarakat untuk lebih kritis dalam memilah informasi, terutama di tengah maraknya konten digital yang beredar di media sosial.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pelatihan Talenta Digital bertema “Berdampingan dengan AI dan AI untuk Memudahkan Hidup” yang digelar Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) di Aula Kelurahan Cipayung, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menyasar kalangan ibu-ibu dengan menghadirkan pakar teknologi informasi, Prof. Onno W. Purbo.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu memahami perkembangan teknologi sekaligus menggunakannya secara bijak. Peserta tidak hanya diperkenalkan dengan potensi AI untuk membantu aktivitas sehari-hari, tetapi juga didorong untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi di ruang digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, mengatakan pemahaman mengenai AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Pasalnya, masyarakat perlu memahami bahwa informasi yang beredar di internet tidak selalu dapat diterima begitu saja tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
“Yang terpenting, nanti ibu-ibu bisa menyesuaikan pemanfaatan AI dengan kebutuhannya. Jangan disalahgunakan juga, ya. Dengan begitu, ibu-ibu bisa mengetahui mana informasi yang dibuat dengan AI dan mana yang tidak, sehingga lebih kritis dan tidak mudah terpancing isu-isu di media sosial,” ujar Asep.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diikuti dengan pemahaman mengenai cara kerja dan penggunaannya. Dengan bekal literasi digital yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan kehati-hatian dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Masyarakat Perlu Lebih Cermat Mengenali Konten AI
Kemampuan mengenali konten berbasis AI menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan seiring berkembangnya teknologi. Konten yang dihasilkan AI dapat digunakan untuk berbagai keperluan, tetapi masyarakat tetap perlu memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum mempercayainya atau membagikannya kepada orang lain.
Dalam konteks penggunaan media sosial, sikap kritis tersebut penting untuk membantu masyarakat menghindari kesalahpahaman akibat informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, pemahaman mengenai AI perlu berjalan beriringan dengan kebiasaan memeriksa fakta dan menjaga keamanan saat beraktivitas di internet.
Asep berharap, pelatihan yang menghadirkan Prof. Onno W. Purbo tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih praktis kepada peserta. Dengan belajar langsung dari pakar teknologi informasi, ibu-ibu di Tangsel diharapkan semakin mengenal perkembangan AI dan mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.
“Zaman sekarang, perkembangan teknologi, termasuk AI, perlu kita imbangi dengan pemahaman tentang cara penggunaannya. Dengan pelatihan ini, kami ingin ibu-ibu juga memiliki kesempatan untuk belajar tentang AI dan barangkali bisa memanfaatkannya untuk membantu aktivitas mereka di rumah,” katanya.
Ia juga mendorong peserta untuk aktif menyimak materi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kehadiran Prof. Onno ini, ibu-ibu semua bisa belajar langsung dari ahlinya. Harapan kita, ibu-ibu peserta bisa aktif menyimak materi sehingga ilmu yang diperoleh setelah pelatihan dapat langsung dimanfaatkan,” tuturnya.
Pelatihan Talenta Digital tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang direalisasikan untuk memperkuat literasi digital masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangsel berharap masyarakat tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga semakin bijak dalam memanfaatkan AI serta lebih kritis menghadapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. (*)
