TANGERANG | BD — Pembangunan Gedung Nangka Mandiri di Desa Teluknaga, Kabupaten Tangerang, mengalami kendala setelah beberapa warga menghentikan kendaraan pengangkut aspal panas yang akan digunakan untuk pengaspalan Jalan Tugu Seliong pada Rabu pagi (15/10/2025).
Ketua Forum Bersama Masyarakat Teluknaga, Iwan Rosidin, mengungkapkan bahwa tiga orang warga menolak pengerjaan jalan tersebut dan bahkan meminta sopir truk aspal untuk meninggalkan lokasi. “Ada tiga warga yang melarang proses pengaspalan dan mengusir sopir yang hendak menurunkan aspal untuk pekerjaan hotmix,” jelasnya.
Kegiatan pengaspalan ini merupakan bagian dari program Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUPR) Kabupaten Tangerang dalam mendukung pembangunan fasilitas publik oleh Dinas DP3A, seperti PAUD, Posyandu, dan Taman Baca. “Seharusnya Gedung Nangka Mandiri diresmikan pada 23 Oktober mendatang, tapi proyeknya terhambat karena kejadian ini,” tambah Iwan.
Penolakan datang dari warga berinisial S bersama dua orang lainnya yang mengklaim lahan tersebut merupakan milik keluarga mereka. Namun, jalan yang dimaksud telah lama digunakan masyarakat sebagai akses umum dan tercatat sebagai aset negara berbentuk jalan desa.
Jalan Tugu Seliong sepanjang 400 meter ini merupakan akses utama yang menghubungkan wilayah setempat dengan Jalan Raya Kampung Melayu sekaligus jalur menuju Gedung Nangka Mandiri. “Kami berharap perbaikan jalan segera dilanjutkan agar masyarakat lebih mudah menuju PAUD dan Posyandu. Ini untuk kepentingan bersama,” tegas Iwan.
Kepala Desa Teluknaga, Ajie Sutisna, turut menyesalkan adanya penolakan sepihak dari segelintir warga. “Tindakan tersebut jelas menghambat pembangunan di desa kami, padahal proyek ini merupakan bagian dari program Bupati Tangerang untuk memperkuat infrastruktur desa,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera mengambil langkah tegas agar konflik ini dapat segera diselesaikan dan proses pengaspalan bisa kembali dilanjutkan demi kepentingan warga Teluknaga. (*)
4 bulan lalu
[…] Meski banyak pos anggaran non-fisik yang dipangkas, belanja fisik tetap menjadi prioritas. Pemerintah akan melanjutkan pembangunan SD, SMP, dan infrastruktur jalan. “Tahun ini pengalaman berharga bagi saya, menata ulang keuangan daerah harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” pungkasnya. (Idris Ibrahim) […]