Site icon BantenDaily

Sertifikasi Dinilai Belum Cukup, DIMENSI #1 Tekankan Kualitas dan Kesiapan Kerja

DIMENSI #1 menilai sertifikasi belum cukup, tekankan kualitas kompetensi dan kesiapan kerja SDM melalui kolaborasi lintas sektor.

Para narasumber dan peserta berfoto bersama usai DIMENSI #1 di Semarang, 11 April 2026. Forum ini menegaskan sertifikasi saja belum cukup, perlu kualitas dan kesiapan kerja SDM. (Foto: Ist)

SEMARANG | BD — Sertifikasi kompetensi dinilai belum cukup untuk menjamin kesiapan kerja lulusan. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Seputar Kompetensi (DIMENSI #1) yang menekankan pentingnya kualitas kompetensi dan kesiapan kerja sebagai kunci utama daya saing sumber daya manusia (SDM). Kegiatan ini digelar oleh DPD Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) Jawa Tengah pada 11 April 2026.

Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) merupakan organisasi profesi yang berkomitmen pada pengembangan dan peningkatan kualitas asesor di Indonesia. Organisasi ini berperan dalam mendorong profesionalisme asesor, memperkuat standar kompetensi, serta menjembatani kebutuhan antara regulator, lembaga sertifikasi, dan dunia industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem kompetensi nasional, sekaligus tindak lanjut dari forum Ngopi Kompas (Ngobrol Pintar Seputar Kompetensi) yang sebelumnya mengangkat berbagai isu strategis pengembangan SDM Indonesia.

DIMENSI #1 merupakan inisiatif DPP IASPRO yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Master Asesor Indonesia (PMAI) dan Perkumpulan Pengelola Sertifikasi Profesi Indonesia (PSPI), serta didukung oleh BBPVP Semarang.

Dibuka BNSP, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari. Ia menegaskan bahwa sertifikasi harus diiringi dengan kualitas proses dan relevansi kompetensi terhadap kebutuhan industri.

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari regulator, industri, akademisi, hingga praktisi SDM. Di antaranya Ketua BNSP Syamsi Hari, Komisioner BNSP Aji Martono, perwakilan industri Budi Cahyono, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Tengah Dr. Kusno, Ketua Forum HRD Semarang Irwan Sudaryanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah Dwi Ari Astuti, Kepala BBPVP Semarang Fikri Kurniakiki, perwakilan perguruan tinggi Dyah Setyaningrum, Ketua Pengarah PMAI Azsrial Tatang, serta praktisi industri Daffa M. Ardian.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya sinergi dalam memastikan sertifikasi tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan industri.

Bahas Delapan Isu Kritis SDM

DIMENSI #1 membahas delapan isu utama dalam pengembangan SDM nasional, yakni:

Diskusi berlangsung dinamis tanpa paparan formal, sehingga menghasilkan dialog yang lebih tajam, fokus, dan berbasis realitas lapangan.

Soroti Peran Teknologi

Forum ini juga menghadirkan perspektif teknologi melalui paparan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) oleh Daffa M. Ardian. Ia menekankan bahwa teknologi dapat mendukung proses asesmen dan pengembangan kompetensi agar lebih adaptif.

Hasilkan Rekomendasi Strategis

DIMENSI #1 menghasilkan dokumen rekomendasi berupa policy brief yang ditandatangani seluruh narasumber sebagai bentuk komitmen bersama.

Rekomendasi tersebut menjadi:

Fokus pada Kualitas dan Kesiapan Kerja

Forum ini menegaskan bahwa tantangan utama ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah sertifikasi, tetapi memastikan kualitas kompetensi dan kesiapan kerja lulusan.

DIMENSI #1 mendorong sinergi antara pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan industri agar menghasilkan SDM yang adaptif, kompeten, dan dipercaya dunia kerja.

Sebagai tindak lanjut dari Ngopi Kompas, DIMENSI #1 menjadi langkah konkret dalam merumuskan arah dan aksi pengembangan SDM Indonesia.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai profesi. DIMENSI #1 diharapkan menjadi ruang strategis dalam membangun SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (*)

Exit mobile version