Site icon BantenDaily

Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, InJourney Airports Pastikan Keselamatan Penerbangan

Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah terdampak abu vulkanik. InJourney Airports pastikan fasilitas dan keselamatan penerbangan siap.

Layar informasi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta menampilkan sejumlah penerbangan yang kembali dilayani setelah operasional bandara dipulihkan secara bertahap. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD — Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. InJourney Airports memastikan seluruh fasilitas dan personel siap mendukung operasional penerbangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia, status resumed operations Bandara Soekarno-Hatta berlaku pada Selasa (8/9/2026) mulai pukul 00.30 WIB. Pemulihan operasional dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan dan prosedur pembukaan kembali bandara dinyatakan terpenuhi.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan, kesiapan Bandara Soekarno-Hatta mencakup fasilitas sisi udara (air side), sisi darat (land side), serta personel yang terlibat dalam operasional dan pelayanan penumpang.

“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap,” ujar Arie.

Sebelum kembali beroperasi, pengelola bandara melakukan pembersihan abu vulkanik di seluruh area sisi udara, termasuk apron, taxiway, dan runway.

Selain pembersihan, dilakukan pula uji kekesatan (friction test) pada runway. Hasil pengujian menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk mendukung operasional penerbangan.

“Selain itu, telah dilakukan uji kekesatan (friction test) pada runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan,” kata Arie.

Penerbangan Dipulihkan Bertahap

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, operasional penerbangan pascapenutupan dipulihkan secara bertahap dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

Pada fase awal pemulihan, Bandara Soekarno-Hatta menerapkan Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur arus lalu lintas penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap,” ujar Heru.

Menurut Heru, pengaturan arus penerbangan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan. Salah satunya adalah kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak sekaligus mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Bandara Soekarno-Hatta juga berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada yang mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.

Di sisi lain, calon penumpang diimbau memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara. Penyesuaian jadwal penerbangan masih dapat terjadi seiring proses pemulihan operasional.

Informasi mengenai layanan bandara-bandara InJourney Airports dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172.

Tiga Bandara Kembali Beroperasi

Selain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung juga kembali melayani penerbangan.

Berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma berstatus resumed operations mulai pukul 00.40 WIB, sedangkan Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai pukul 00.42 WIB pada 8 September 2026.

InJourney Airports memastikan pembukaan kembali ketiga bandara dilakukan setelah fasilitas penerbangan melalui prosedur pemeriksaan dan pembersihan sesuai ketentuan, sehingga operasional dapat kembali berjalan dengan aman. (*)

Exit mobile version