Site icon BantenDaily

SPMB Tangsel Tuai Apresiasi, Orang Tua Sebut Sistem Pendaftaran Lancar Tanpa Kendala

SPMB Tangsel 2026 mendapat apresiasi dari orang tua karena sistem pendaftaran online berjalan lancar, stabil, dan mudah diakses.

Pelaksanaan SPMB 2026 Kota Tangerang Selatan mendapat apresiasi dari para orang tua. Sistem pendaftaran online dinilai stabil, mudah digunakan, serta mempermudah proses pendaftaran dan pemantauan hasil seleksi dari rumah. (Foto: Ist)

KOTA TANGSEL | BD – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai apresiasi dari masyarakat. Sejumlah orang tua murid mengaku proses pendaftaran tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti, mulai dari pembuatan akun, pengunggahan dokumen, hingga pemantauan hasil seleksi.

Respons positif tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan apresiasi masyarakat menjadi indikator bahwa transformasi digital pelayanan publik yang terus dilakukan Pemkot mulai dirasakan manfaatnya secara nyata.

Menurutnya, sistem SPMB tahun ini dirancang agar lebih mudah diakses, transparan, dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung.

“Apresiasi dari masyarakat ini menjadi energi tambahan bagi kami. Sejak awal, sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini kami rancang sangat transparan. Ayah dan Bunda bisa memantau langsung posisi seleksi anaknya secara real-time lewat HP dari rumah. Semua jujur, terbuka, dan mengikuti aturan yang ada, jadi tidak ada ruang untuk intervensi atau ‘titip-menitip’ bangku sekolah,” kata Asep dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan menjaga stabilitas sistem tidak lepas dari berbagai persiapan yang dilakukan sebelum masa pendaftaran dimulai. Diskominfo memperkuat kapasitas server, melakukan simulasi beban secara berkala, serta menyiagakan tim siber selama 24 jam untuk memantau lalu lintas sistem dan mengantisipasi gangguan.

Dengan kesiapan tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan secara bersamaan tanpa mengalami kendala yang berarti.

Asep juga mengimbau para orang tua untuk memastikan koneksi internet dalam kondisi stabil ketika mengunggah dokumen persyaratan, seperti Kartu Keluarga maupun ijazah, agar proses pendaftaran berjalan lancar.

“Kami siapkan sistem ini senyaman mungkin supaya orang tua tidak perlu lagi repot datang dan mengantre di sekolah hanya untuk mencari informasi atau mendaftar. Cukup dari rumah saja,” ujarnya.

Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh Umar, warga Kecamatan Setu, yang mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 8 Tangerang Selatan melalui jalur domisili.

Ia mengaku sempat khawatir situs pendaftaran akan mengalami gangguan seperti yang kerap terjadi pada layanan daring saat diakses secara bersamaan. Namun, kekhawatiran itu tidak terbukti.

“Jujur awalnya saya deg-degan. Biasanya kalau hari pertama pendaftaran dibuka, website langsung lemot atau error karena diakses bareng-bareng. Tapi kemarin saat saya buat akun dan unggah berkas, ternyata lancar saja. Menunya juga gampang dipahami, bahkan buat kami para orang tua,” ungkapnya.

Tak hanya proses pendaftaran yang berjalan mulus, Umar juga bersyukur karena anaknya berhasil lolos seleksi tahap pertama.

Menurutnya, pembaruan data yang berlangsung cepat pada situs resmi sangat membantu orang tua memantau perkembangan seleksi tanpa harus datang ke sekolah.

“Petunjuknya jelas sekali. Asalkan dibaca pelan-pelan dan teliti, pasti bisa daftar sendiri dari rumah. Alhamdulillah, anak saya juga sudah diterima di sekolah tujuan,” tuturnya.

Apresiasi masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa digitalisasi layanan pendidikan di Kota Tangerang Selatan tidak hanya menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik melalui sistem yang stabil, transparan, dan mudah digunakan. (*)

Exit mobile version