Wabup Intan: Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tangerang Harus Sejalan dengan Perlindungan Lingkungan

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 15:05 3 Nazwa

TANGERANG | BD – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang terus ditopang aktivitas industri, perdagangan, pergudangan, permukiman, dan berbagai sektor usaha dinilai harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan, pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan bukan dua kepentingan yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu ditempatkan sebagai bagian yang saling mendukung dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Intan saat menghadiri workshop bertema “Kepatuhan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Limbah Domestik” yang diselenggarakan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. di Hotel HARRIS Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Senin (10/8/2026).

Menurut Intan, keberadaan dunia usaha memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian Kabupaten Tangerang. Selain mendorong aktivitas ekonomi, pertumbuhan sektor usaha juga membuka lapangan pekerjaan dan mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

Namun, kontribusi tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Setiap aktivitas usaha, kata dia, perlu memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap kualitas air, tanah, udara, serta kesehatan masyarakat di sekitarnya.

“Pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersama. Dunia usaha harus mampu menunjukkan bahwa peningkatan produksi dan investasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Intan.

Ia menilai, pertumbuhan industri dan investasi yang tidak dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang baik berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena itu, kepatuhan perusahaan terhadap pengelolaan limbah harus menjadi bagian dari komitmen dalam menjalankan kegiatan usaha.

Intan juga mengingatkan agar pengelolaan limbah tidak sekadar dilakukan untuk memenuhi kewajiban ketika perusahaan menghadapi pemeriksaan. Pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian dari sistem manajemen dan budaya operasional sehari-hari.

“Jangan sampai kegiatan ekonomi menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, tetapi meninggalkan beban pencemaran bagi masyarakat dan generasi berikutnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, perusahaan perlu memastikan seluruh sistem pengelolaan limbah berjalan dengan baik, termasuk memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berfungsi optimal dan dipelihara secara rutin. Limbah hasil pengolahan juga harus memenuhi baku mutu sebelum dilepaskan ke lingkungan.

Menurut Intan, upaya menjaga lingkungan tidak selalu identik dengan penggunaan teknologi yang mahal. Perusahaan dapat memilih teknologi tepat guna yang efektif, terukur, serta mudah dipelihara sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing.

“Pengelolaan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, tetapi dapat menggunakan teknologi tepat guna yang efektif, terukur dan mudah dipelihara,” imbuhnya.

Intan berharap dunia usaha dapat terus meningkatkan kinerja lingkungan seiring dengan perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Tangerang. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan manfaat dalam bentuk peningkatan produksi dan lapangan kerja, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat.

“Kita ingin Kabupaten Tangerang tumbuh sebagai kawasan industri dan ekonomi yang kuat. Tetapi kita juga ingin mewariskan sungai yang bersih, air tanah yang terjaga, udara yang sehat, serta lingkungan yang layak bagi anak cucu kita,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA