TANGERANG | BD — Polresta Tangerang menggelar bakti sosial (baksos) lintas agama di tiga rumah ibadah di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (23/6/2026). Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 itu menjadi wujud komitmen Polri dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Tiga rumah ibadah yang menjadi lokasi kegiatan yakni Masjid Al-Muhdi di Kelurahan Bugel, Klenteng Tri Dharma Suci di Desa Sodong, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sutopo di Kelurahan Kadu Agung.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, dipilihnya rumah ibadah dari agama yang berbeda merupakan simbol bahwa Polri hadir untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.
“Baksos dilaksanakan di tiga tempat ibadah agama berbeda, menunjukkan Polri hadir untuk semua masyarakat dari berbagai latar belakang,” kata Indra Waspada.
Dalam kegiatan tersebut, Polresta Tangerang tidak hanya menyalurkan bantuan sosial. Personel kepolisian bersama pengurus rumah ibadah dan warga sekitar juga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan tempat ibadah.
Menurut Indra, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.
Ia menegaskan, Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus diisi dengan aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi kami untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujarnya.
Indra menambahkan, keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga. Oleh karena itu, upaya merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama menjadi tanggung jawab bersama.
“Polri akan terus hadir untuk merawat persatuan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan bakti sosial lintas agama tersebut dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan dan keharmonisan sosial.
“Dengan kebersamaan, kita dapat terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (*)
