71 Juleha Lahir di Kota Serang, Wakil Wali Kota Serang Dorong Sertifikasi dan Jamin Keselamatan

waktu baca 2 menit
Minggu, 10 Mei 2026 15:21 24 Deni Kusuma

KOTA SERANGWakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menghadiri mengukuhkan 71 juru sembelih halal (Juleha) Kota Serang usai mengikuti pelatihan intensif di Ponpes Modern Al-Muhaimin Serang, Jalan Ujung Citra Gading, Kelurahan Karundang Jaya, Minggu (10/5/2026).

Puluhan peserta mendapatkan pembekalan teori hingga praktik langsung penyembelihan halal dari instruktur profesional dan berpengalaman. Pelatihan tersebut menjadi angkatan ke-8 yang sebelumnya telah melahirkan ratusan Juleha di Kota Serang.

Dalam sambutannya, Agis menegaskan bahwa keberadaan Juleha sangat penting untuk memastikan proses penyembelihan hewan berjalan sesuai syariat Islam, higienis, aman, dan memenuhi standar halal.

“Kita memahami bahwa halal bukan hanya soal hasil akhirnya, tetapi juga prosesnya. Karena itu, keberadaan Juleha memiliki peran strategis dalam memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat terhadap produk pangan yang dikonsumsi,” ujar Agis.

 

Ia berharap para pengurus DPC Kecamatan se-Kota Serang yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan baik serta aktif melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat.

“Jadilah mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem halal di Kota Serang,” katanya.

Agis juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi syariat Islam serta memperhatikan kesejahteraan hewan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Serang mendukung penuh peningkatan kompetensi masyarakat, termasuk melalui pelatihan dan sertifikasi Juleha.

“Semoga ke depan semakin banyak juru sembelih halal yang tersertifikasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan industri halal,” ucapnya.

Selain menyoroti pentingnya kompetensi, Agis juga menyinggung tingginya risiko pekerjaan seorang juru sembelih halal. Ia menyebut proses penyembelihan memiliki potensi kecelakaan kerja sehingga para Juleha perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Ada saja hewan yang mengamuk atau justru bisa melukai juru sembelihnya,” jelasnya.

Karena itu, Pemkot Serang berkomitmen memberikan fasilitas medical check up gratis hingga layanan pengobatan bagi Juleha yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas.

“Kita nanti akan surati lembaga kesehatan yang ada, agar Juleha Kota Serang diobati gratis kalau terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemkot Serang juga berupaya mencarikan solusi agar seluruh Juleha di Kota Serang dapat memperoleh sertifikasi kompetensi secara menyeluruh.

Sementara itu, Ketua DPD Juleha Kota Serang, Agus Heriadi, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta sekaligus meminimalisir kecelakaan kerja saat penyembelihan berlangsung.

Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung penyembelihan hewan dan tata cara penanganan setelah hewan dipotong.

“Pelatihan tidak berhenti sampai di sini. Mereka juga akan mendapatkan pembekalan pengelolaan mengenai cara pembersihan hewan setelah dipotong,” katanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA