Kursi Roda Jadi Bukti Kepedulian Gubernur Andra Soni yang Hadirkan Senyum di Wajah Romlah

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Nov 2025 11:43 116 Nazwa

TANGERANG | BD — Di sebuah rumah sederhana di Kampung Ranca Manggu, Desa Selapajang, Selasa, 11 November 2025, terdengar tawa kecil yang jarang muncul. Romlah, wanita paruh baya yang menderita stroke, baru saja menerima bantuan kursi roda dari Gubernur Banten melalui fasilitasi anggota DPRD Provinsi Banten, H. Ahmad Imron.

Sejak beberapa tahun terakhir, hari-hari Romlah dipenuhi tantangan. Aktivitas sederhana seperti berpindah dari kamar ke ruang tamu atau sekadar menuju teras rumah menjadi perjuangan berat. Namun hari itu, kursi roda yang diterimanya bukan hanya alat bantu fisik—ia adalah jendela kecil menuju kebebasan yang sempat hilang.

Bagi Romlah, setiap dorongan roda itu adalah kesempatan untuk bergerak, untuk merasakan sedikit kendali atas tubuhnya yang dibatasi sakit. Saat Ahmad Imron menyerahkan kursi roda itu, matanya berkaca-kaca, senyum tipis kemudian tawa riang menghiasi wajahnya, menyiratkan campuran lega, syukur, dan haru yang mendalam. Momen itu terasa begitu hangat, seolah beban yang lama menekan perlahan-lahan terangkat.

Ahmad Imron, politisi Partai Kebangkitan Bangsa, hadir dengan kehangatan seorang tetangga kampung yang peduli. “Setiap warga berhak mendapatkan dukungan. Saya berusaha selalu hadir dan memfasilitasi bantuan yang memang sangat dibutuhkan,” ucapnya sambil menepuk lembut bahu Romlah. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Andra Soni, yang menyediakan berbagai sarana untuk membantu warga yang membutuhkan.

Tak kalah haru, Siti Nurlela, anak Romlah, tak bisa menahan air mata. “Kami sangat bersyukur kepada Pak Gubernur dan Pak Ahmad Imron. Bantuan ini sungguh berarti bagi ibu. Terima kasih karena masih ada orang-orang yang peduli dan mau mendengar,” ujarnya.

Di rumah itu, kursi roda bukan sekadar benda. Ia menjadi simbol empati dan perhatian yang nyata—sebuah pengingat bahwa kepedulian, sekecil apapun bentuknya, mampu membawa harapan baru bagi mereka yang selama ini berjuang dalam kesunyian. Senyum Romlah, yang lahir dari dorongan roda itu, kini menjadi cerita tentang kehangatan manusia, perhatian, dan kekuatan harapan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA