Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, memberikan keterangan kepada awak media terkait rencana pengembangan ekosistem motor listrik di Tangsel. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) berkolaborasi mengembangkan penggunaan motor listrik sebagai bagian dari upaya mendorong kendaraan ramah lingkungan di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik merupakan langkah strategis yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi.
“Kami membahas berbagai tantangan industri motor listrik, termasuk dukungan yang diharapkan dari pemerintah daerah. Tangsel didorong menjadi kota percontohan pengembangan ekosistem sepeda motor listrik secara bertahap,” ujar Pilar, Rabu (11/2/2026).
Pengembangan tersebut mencakup rencana penggunaan motor listrik untuk kendaraan dinas, transportasi publik, hingga kendaraan operasional lainnya. Selain itu, Pemkot ingin memastikan masyarakat semakin mudah mengakses teknologi kendaraan listrik.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemkot Tangsel akan mempersiapkan infrastruktur pendukung, seperti bengkel konvensional yang mampu menangani perawatan dan perbaikan motor listrik, serta penyediaan stasiun pengisian daya.
Di sisi lain, kerja sama ini juga diarahkan untuk membuka peluang magang dan lapangan kerja bagi generasi muda Tangsel. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal di sektor otomotif listrik.
“Meski belum terdapat pabrik motor listrik di Tangsel, keberadaan showroom dan bengkel menjadi langkah awal membangun ekosistem. Kesempatan kerja juga tidak terbatas pada lokasi industri,” jelasnya.
Ke depan, penerapan teknologi ramah lingkungan akan diperluas ke sektor lain, termasuk pengelolaan sampah dan sistem transportasi berbasis energi bersih. Pemkot bahkan membuka peluang konversi kendaraan dinas menjadi kendaraan listrik melalui kebijakan atau surat edaran wali kota.
Pengadaan kendaraan operasional, seperti roda tiga untuk pengangkutan sampah, juga dipertimbangkan menggunakan tenaga listrik sebagai bagian dari transformasi menuju kota hijau.
Saat ini, porsi kendaraan listrik di lingkungan Pemkot Tangsel masih relatif kecil. Namun Pilar menegaskan bahwa langkah awal harus segera dimulai. Ia pun telah menggunakan motor listrik dalam kegiatan kunjungan kerja sebagai bentuk komitmen.
“Pemkot Tangsel bersama Dinas Perhubungan dan AISMOLI akan menjajaki uji coba penggunaan motor listrik untuk operasional tertentu, dengan melibatkan berbagai merek sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)
Tidak ada komentar