Pegadaian Cirendeu Gandeng Komunitas Ojek Pangkalan Tingkatkan Literasi Keuangan

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 21:15 9 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — PT Pegadaian Area Cirendeu menggandeng komunitas ojek pangkalan (opang) di kawasan Pondok Aren dan sekitarnya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Edukasi tersebut diberikan kepada puluhan pengemudi ojek pangkalan dalam kegiatan yang digelar di The Gade Creative Lounge PKN STAN, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pegadaian memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mengenalkan berbagai layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi ojek pangkalan mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola pendapatan harian, mengatur pengeluaran berdasarkan skala prioritas, membangun kebiasaan menabung, menyiapkan dana darurat, hingga mengenal instrumen investasi yang aman dan terjangkau, termasuk tabungan emas.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pengemudi ojek pangkalan merupakan bagian dari pelaku ekonomi kerakyatan yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, pekerja sektor informal perlu mendapatkan akses edukasi keuangan agar mampu mengelola penghasilan secara lebih terencana dan menghadapi berbagai risiko finansial.

“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek pangkalan, memiliki perencanaan keuangan yang kuat dan tidak rentan terhadap risiko finansial harian. Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Pegadaian berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan uang yang praktis, aman, dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga mereka,” ujar Maryono.

Senada, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Cirendeu, Puji Widodo, menegaskan pentingnya keterlibatan Pegadaian di tingkat area dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada komunitas masyarakat.

Ia menilai komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam mendukung perputaran ekonomi di lingkungan sekitar. Karena itu, Pegadaian berupaya membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan dan investasi.

“Komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, Pegadaian Area Cirendeu hadir untuk mempermudah akses mereka terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi emas,” jelas Puji Widodo.

Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, Pegadaian juga memperkenalkan layanan digital, termasuk aplikasi Pegadaian Digital dan layanan Tring!. Pengenalan tersebut ditujukan agar masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih mudah, cepat, aman, dan terencana.

Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan serta mulai mempersiapkan dana darurat. Pegadaian turut mengenalkan tabungan emas sebagai salah satu alternatif investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan keuangan masing-masing.

Tidak hanya edukasi, Pegadaian Area Cirendeu juga memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada peserta. Bantuan tersebut dilengkapi dengan perlengkapan kerja berupa rompi operasional Tring! untuk menunjang aktivitas para pengemudi ojek pangkalan saat bekerja.

Pegadaian menilai kegiatan tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Melalui edukasi yang diberikan, para pengemudi diharapkan mampu menerapkan pengetahuan finansial dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, menyiapkan dana darurat, hingga mempertimbangkan investasi secara bijak.

Dengan menggabungkan bantuan sosial dan edukasi finansial, Pegadaian berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya mendapatkan manfaat secara langsung, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih mandiri, bijak, dan berkelanjutan. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA