Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Aktifkan Peringatan Dini Ketinggian Muka Air

waktu baca 3 menit
Jumat, 20 Feb 2026 12:05 18 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD – Menjelang datangnya musim banjir, Pemerintah Kota Tangerang kini meningkatkan intensitas pengawasan terhadap ketinggian muka air di berbagai sungai dan saluran drainase yang tersebar di wilayahnya. Langkah proaktif ini dilakukan guna mencegah sekaligus meminimalkan dampak banjir yang mungkin terjadi di sejumlah titik kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa timnya tengah melaksanakan pemantauan secara intensif sembari menyampaikan himbauan peringatan dini kepada masyarakat. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap intensitas hujan lebat yang belakangan ini mengguyur wilayah Kota Tangerang, yang berpotensi memicu kenaikan volume air secara signifikan.

“Tim kami konsisten mengawasi perkembangan ketinggian muka air dan mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir,” kata Taufik Syahzaeni dalam keterangannya.

Dikatakannya pula, hujan deras yang melanda Kota Tangerang pada malam sebelumnya menyebabkan kondisi sebagian besar sungai dan saluran air mencapai level “merah” atau status “awas”. Situasi ini terekam baik di kawasan barat maupun timur Kota Tangerang. Beberapa lokasi bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda limpasan air, di antaranya Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, serta Puri Kartika Ciledug.

Taufik menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Tangerang bakal melanjutkan kegiatan pemantauan secara berkala sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana banjir. Pemantauan ini dilakukan mengingat prakiraan cuaca, bahwa hujan masih berpotensi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

“Semoga ketinggian air akan menurun secara bertahap seiring berhentinya hujan sejak pagi hari. Tetap saja, kami meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan situasi melalui aplikasi Si Pantau,” pesannya.

Berikut merupakan data mengenai ketinggian muka air yang diperoleh dari Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) Dinas PUPR Kota Tangerang per pukul 09.00 WIB:

  • Sungai Cirarab-Sarakan berada pada status siaga dengan ketinggian 1,64 meter
  • Situ Bulakan tercatat pada level awas dengan ketinggian 2,21 meter
  • Kali Ledug Periuk dalam status awas pada ketinggian 2,97 meter
  • Saluran Pembuangan Mutiara Pluit Periuk berstatus normal dengan ketinggian 1,6 meter
  • Kali Ledug Alamanda mencapai status awas pada ketinggian 3,8 meter
  • Sungai Cirarab-Telesonik berstatus awas pada ketinggian 2,97 meter
  • Kali Sabi-Pondok Arum dalam kondisi normal pada ketinggian 3,38 meter
  • Saluran Pembuangan Sumur Pacing-Galeong berstatus awas dengan ketinggian 1,44 meter
  • Kali Sabi-Taman Cibodas mencapai level awas pada ketinggian 3,21 meter
  • Saluran Pembuangan Cikoneng-Magnolia berstatus normal pada ketinggian 0,96 meter
  • Saluran Pembuangan Nusa Indah Karawaci dalam kondisi normal dengan ketinggian 1,31 meter
  • Saluran Pembuangan Cicayur-Panunggangan Barat berstatus normal pada ketinggian 0,97 meter
  • Kali Sabi-Uwung Jaya tercatat pada status siaga dengan ketinggian 2,36 meter
  • Benda berstatus siaga pada ketinggian 0,96 meter
  • Kali Angke-Jembatan Polor dalam kondisi meluap
  • Kali Angke-PGP berstatus awas pada ketinggian 3,54 meter
  • Cantiga-DDN berada pada status siaga dengan ketinggian 2,91 meter
  • Cantiga-Karang Tengah berstatus awas pada ketinggian 2,46 meter
  • Kali Wetan-Puri Kartika dalam status awas pada ketinggian 2,07 meter
  • Ciputat Pintu 3 berstatus awas pada ketinggian 2,89 meter
  • Serua-Tajur tercatat pada level awas dengan ketinggian 2,15 meter
  • Cipulir Estate berstatus awas pada ketinggian 1,57 meter
  • Kali Angke-Duren Villa mencapai status awas pada ketinggian 4,44 meter
  • Kali Angke-Mutiara Serpong dalam kondisi awas pada ketinggian 3,28 meter

Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga serta menyempurnakan sistem pemantauan ketinggian air sebagai upaya menekan risiko banjir. Masyarakat diimbau untuk berperan secara aktif, baik dengan memantau informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah maupun dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sehingga potensi genangan air dapat diminimalkan dan dampak отрицательных banjir dapat diantisipasi sejak dini. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA