Tingkatkan Daya Saing, Disnaker Tangerang Kirim Peserta Magang ke Jepang

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Mar 2026 12:33 14 Nazwa

TANGERANG | BD – Pemerintah Kabupaten Tangerang, di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), tetap teguh dalam upayanya untuk mengurangi tingkat pengangguran di wilayahnya. Strategi utama yang diterapkan adalah dengan meningkatkan kualitas kompetensi sumber daya manusia lokal serta memperluas kesempatan kerja hingga ke mancanegara. Salah satu inisiatif nyata yang baru saja digulirkan adalah acara pelepasan resmi bagi peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang, sekaligus program pemagangan menuju Jepang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Disnaker Kabupaten Tangerang pada hari Kamis (26/3/2026).

Acara tersebut lahir dari kerjasama strategis antara Disnaker Kabupaten Tangerang dengan Yayasan Dewa Aksara Nusantara yang berafiliasi dengan ISO Jepang. Tujuannya jelas: mempersiapkan tenaga kerja asal Tangerang agar mampu bersaing di tingkat internasional, sambil memastikan mereka mendapatkan pembekalan lengkap yang mencakup aspek perlindungan selama berada di luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menyampaikan pandangannya bahwa prospek pekerjaan di luar negeri, terutama Jepang, masih sangat terbuka lebar. Hal ini bisa menjadi solusi efektif mengatasi keterbatasan lowongan kerja di dalam tanah air.

“Minimnya kesempatan kerja lokal bukan berarti kita harus berhenti berkarya. Ada begitu banyak peluang di perantauan, termasuk di Jepang yang pintunya terbuka selebar-lebar bagi kita,” ungkap Rudi Lesmana dengan penuh semangat.

Pada kesempatan pelepasan tersebut, Disnaker secara resmi melepas 26 peserta yang telah mengikuti pelatihan bahasa Jepang. Selain itu, dilakukan pemberangkatan simbolis untuk 2 peserta program pemagangan yang siap diterjunkan ke Jepang.

Rudi Lesmana menambahkan data terbaru, bahwa sejauh ini sudah tercatat 48 orang warga Kabupaten Tangerang yang berhasil bekerja di Jepang. Sementara itu, 14 individu lainnya telah dinyatakan lulus tahap seleksi, memperoleh kontrak dengan perusahaan penempatan, dan kini sedang menjalani proses akhir pemberangkatan.

Sang kepala dinas berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan momen berharga ini sebaik-baiknya. Mereka diharapkan mampu menunjukkan performa profesional, menjaga keselamatan diri, serta bertanggung jawab penuh selama menjalani tugas di negara tujuan.

Sebagai penutup arahan, Rudi menyoroti empat pilar fundamental yang harus dipegang teguh oleh para peserta. Pertama, menjaga kesehatan fisik dan mental; kedua, meningkatkan kedisiplinan diri; ketiga, memperkuat ibadah dan doa; serta keempat, bersungguh-sungguh dalam proses belajar.

“Ingatlah, waktu merupakan kesempatan yang tak ternilai. Jangan biarkan waktu berlalu sia-sia. Targetkan diri untuk lulus dan mendapatkan penempatan di perusahaan tujuan dalam waktu maksimal tiga bulan ke depan,” pesan Rudi sebagai penekanan akhir. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA