Investor China Lirik Energi Terbarukan Kota Serang, Proyek PLTS-PLTB Disiapkan dengan Investasi Awal Rp1 Triliun

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 15:45 9 Deni Kusuma

KOTA SERANG – Minat investasi di sektor energi terbarukan mulai mengarah ke Kota Serang. Sejumlah investor asal China menjajaki peluang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (28/4/2026).

Penjajakan tersebut mengemuka dalam pertemuan bersama Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di Aula Lantai 3 Setda Kota Serang. Dari hasil diskusi, investor merencanakan pengucuran dana tahap awal sebesar 400 juta yuan atau setara Rp1 triliun.

Perwakilan investor, Mr. Wang, mengatakan pihaknya tertarik mengembangkan proyek energi ramah lingkungan di Kota Serang setelah melakukan peninjauan lokasi. Ia menilai kawasan Sawah Luhur memiliki potensi yang mendukung untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

“Cocok, cocok. Untuk tahap awal, investasi yang disiapkan sebesar 400 juta yuan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa nilai investasi tersebut berpeluang meningkat signifikan seiring perkembangan proyek, bahkan bisa mencapai hingga sepuluh kali lipat dari nilai awal.

Meski begitu, realisasi proyek masih berada pada tahap awal. Investor masih menunggu proses lanjutan, termasuk koordinasi dengan PT PLN (Persero) serta pemenuhan berbagai aspek perizinan dan administrasi.

“Semua masih berproses, termasuk koordinasi dengan PLN. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ke tahap pembangunan,” jelasnya.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, membenarkan adanya rencana investasi tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek pembangkit listrik harus melalui persetujuan dan sinkronisasi dengan PLN sebagai pihak yang berwenang di sektor kelistrikan.

“Kami minta dipastikan dulu dengan PLN. Jika sudah sesuai, baru bisa direalisasikan di Kota Serang,” katanya.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah fokus pada kesiapan infrastruktur serta proses perizinan guna mendukung kelancaran investasi.

Budi berharap, jika proyek ini terealisasi, dampaknya tidak hanya pada pengembangan energi bersih, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Harapannya bisa menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi melalui program CSR, termasuk pembangunan infrastruktur bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA