Kadiskominfo Tangsel: AI Bukan Lagi Pilihan Masa Depan, Tapi Kebutuhan Pemerintahan Hari Ini

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 21:57 13 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren teknologi yang akan digunakan di masa depan. Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan, AI telah menjadi kebutuhan nyata yang harus segera diadaptasi untuk mendukung kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, saat membuka workshop AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence di Ciputat.

Menurut Asep, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat membuat pemerintah daerah tidak memiliki banyak pilihan selain beradaptasi. Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, akurat, dan transparan, pemanfaatan AI dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjawab tantangan tersebut.

“Pak Wali Kota berpesan bahwa AI bukan lagi pilihan masa depan, melainkan kebutuhan mendesak hari ini. Karena itu, ASN harus mulai memahami dan memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan produktif,” ujar Asep, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, transformasi digital yang tengah berjalan tidak hanya menyangkut penyediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur pemerintahan.

Menurutnya, kehadiran teknologi AI harus dimaknai sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan produktivitas ASN, bukan sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia dalam birokrasi.

“Yang berubah adalah cara kerja. ASN tetap menjadi pengambil keputusan. AI membantu mempercepat proses administrasi, pengolahan data, hingga penyusunan dokumen agar pekerjaan menjadi lebih efektif,” katanya.

Dalam workshop tersebut, Pemkot Tangsel menghadirkan pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Onno W. Purbo, guna memberikan pemahaman mengenai peluang dan tantangan pemanfaatan AI di sektor pemerintahan.

Asep menilai kehadiran praktisi dan akademisi berpengalaman sangat penting agar ASN dapat memahami penggunaan AI secara tepat sekaligus menghindari kesalahan dalam penerapannya.

Selain memperkenalkan teknologi terbaru, workshop tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi era pemerintahan digital.

“Peran Diskominfo bukan hanya menyediakan infrastruktur digital, tetapi juga memastikan terjadinya cultural shift atau perubahan budaya kerja di lingkungan birokrasi. ASN harus siap memasuki era baru yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan mengelola data,” ujarnya.

Meski demikian, Asep mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap harus memperhatikan aspek etika, keamanan informasi, serta perlindungan data pribadi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap informasi yang dihasilkan oleh sistem AI harus tetap diverifikasi oleh aparatur yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik.

“AI bisa membantu memberikan rekomendasi dan analisis, tetapi validasi akhir tetap berada di tangan manusia. Integritas ASN tetap menjadi fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan,” tegasnya.

Melalui peningkatan literasi digital dan pemahaman terhadap teknologi kecerdasan buatan, Pemkot Tangsel berharap mampu menciptakan birokrasi yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA