LEBAK | BD – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Jembatan Pensil bersama masyarakat Kampung Lebak Lame, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Posko Kukerta tersebut menjadi media edukasi sekaligus ruang refleksi bersama mengenai pentingnya pendidikan.
Film Jembatan Pensil dipilih karena mengangkat kisah perjuangan anak-anak dalam menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan. Pesan yang disampaikan dalam film dinilai relevan dengan kondisi yang ditemui mahasiswa selama menjalankan program Kukerta di Kampung Lebak Lame.
Berdasarkan hasil observasi selama melaksanakan program kerja di bidang pendidikan, mahasiswa menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas belajar dan masih rendahnya akses pendidikan bagi sebagian anak. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga mampu memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar semakin bersemangat dalam menempuh pendidikan.
Kegiatan nobar berlangsung dengan antusias. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak menyimak setiap alur cerita yang disajikan. Beberapa adegan yang menggambarkan perjuangan anak-anak untuk memperoleh pendidikan bahkan mengundang rasa haru dan menjadi bahan refleksi bersama.
Yayu, anggota Kukerta Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengatakan bahwa pemilihan film Jembatan Pensil bukan tanpa alasan. Menurutnya, film tersebut memiliki pesan yang kuat tentang pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Kami memilih film Jembatan Pensil karena pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pendidikan yang kami temukan di Kampung Lebak Lame. Kami berharap film ini dapat menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan, sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan,” ujar Yayu.
Pada sesi refleksi, Yayu juga mengajak anak-anak agar tidak pernah membatasi mimpi mereka dalam meraih pendidikan.
“Adik-adik, bermimpi untuk memiliki pendidikan yang tinggi tidak pernah ada batasannya. Jangan pernah merasa cita-cita itu terlalu tinggi atau mustahil untuk diraih. Teruslah semangat belajar, karena pendidikan adalah jembatan untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Percayalah, setiap usaha yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal untuk mewujudkan mimpi di kemudian hari,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat dan penuh keceriaan. Yayu mengajak seluruh peserta meneriakkan jargon, “Nonton seru, belajar lebih seru!” yang disambut antusias oleh anak-anak dan masyarakat. Jargon tersebut menjadi penegas bahwa kegiatan nonton bareng tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa Kukerta Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap masyarakat semakin terdorong untuk mendukung pendidikan anak-anak. Program nobar ini juga menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam menumbuhkan motivasi belajar sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap pentingnya pendidikan di lingkungan masyarakat. (Ril)
Tidak ada komentar