Maesyal Rasyid: MTQ Jadi Barometer Syiar Islam dan Pembangunan Keagamaan di Banten

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 13:05 11 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan menjadi barometer penguatan syiar Islam sekaligus pembangunan kehidupan keagamaan di Provinsi Banten.

Hal tersebut disampaikan Maesyal saat melepas Kafilah Kabupaten Tangerang yang akan mengikuti MTQ ke-23 Tingkat Provinsi Banten di Hotel Yasmin, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ harus diukur dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an mampu diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.

“Kepada masyarakat, tokoh ulama, MUI, DMI, FKUB dan semuanya, saya harap terus terlibat aktif untuk bisa mendorong sekaligus juga melanjutkan perjuangan-perjuangan syiar Islam dikumandangkan di Kabupaten Tangerang melalui MTQ ini sebagai parameter dan barometer kita,” ujar Maesyal.

Ia menilai, peran tokoh agama, organisasi keagamaan, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat syiar Islam agar terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial.

Maesyal juga mengingatkan para peserta MTQ agar tidak hanya berorientasi pada prestasi di arena perlombaan. Menurutnya, para kafilah harus mampu menjadi teladan yang menginspirasi masyarakat melalui akhlak, kepedulian, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Yang kita kejar bukan hanya predikat kita yang terbaik, tapi bagaimana kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat, bagaimana kita bisa menjadi teladan dan menginspirasi banyak orang dengan syiar Islam yang terus kita dikumandangkan,” katanya.

Selain itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar tampil dengan penuh percaya diri serta menjaga kesehatan selama mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Banten.

“Nanti tampil lepas jangan grogi, harus percaya diri, penuh dengan senyuman. Jaga kesehatan dan jangan melupakan salat serta memanjatkan doa. Upaya sudah maksimal, persiapan sudah matang, proses tidak akan menghianati hasil,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tangerang yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan seluruh peserta telah menjalani enam kali pembinaan sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ ke-23 Provinsi Banten yang akan digelar pada 6–10 Juli 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Ia menyebut Kabupaten Tangerang mengirimkan 157 anggota kafilah, terdiri atas 66 peserta, 35 pimpinan dan penanggung jawab kafilah, serta 56 pembina, official, panitia, dan pendamping.

Menurut Soma, pembinaan yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam setiap cabang lomba, tetapi juga membentuk karakter dan mental juara sehingga mampu membawa nama baik Kabupaten Tangerang di tingkat provinsi.

“Pembinaan ini untuk meningkatkan kualitas peserta MTQ serta mempertahankan prestasi terbaik sebagai juara umum. Kami siap meraih prestasi juara umum yang kelima kalinya secara berturut-turut pada MTQ ke-23 ini,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA