Kelompok 10 KKN UIN SMH Banten Kenalkan Ecoprint dan Dampingi Pembelajaran 67 Siswa SDN 1 Curugpanjang

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 14:45 22 Nazwa

LEBAK | BD Sebanyak 15 mahasiswa Kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten memberikan pengalaman belajar kreatif kepada siswa SDN 1 Curugpanjang melalui program mengajar dan edukasi ecoprint. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Senin–Kamis (27–30/7/2026), tersebut melibatkan 67 siswa kelas V dan VI sebagai peserta.

Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan dengan mendampingi proses pembelajaran di sekolah. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membantu guru dalam penyampaian materi, membimbing siswa memahami pelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan interaktif.

Mahasiswa Kelompok 10 KKN UIN SMH Banten berfoto bersama kepala sekolah dan para guru SDN 1 Curugpanjang usai melaksanakan program mengajar dan edukasi ecoprint sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pembelajaran kreatif bagi siswa. (Foto: Dok. Pribadi)

Ketua Kelompok 10 KKN UIN SMH Banten, Delvin Hanif Pramudita, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping pembelajaran, tetapi juga menghadirkan inovasi belajar yang dapat meningkatkan kreativitas siswa.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang lebih kreatif bagi siswa. Melalui kegiatan mengajar dan ecoprint ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan serta mengenal pemanfaatan bahan alami di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa melaksanakan edukasi dan praktik ecoprint pada Kamis (30/7/2026) setelah proses belajar mengajar selesai. Kegiatan tersebut menjadi pengganti mata pelajaran Seni Budaya dengan menghadirkan praktik seni berbasis lingkungan.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai konsep ecoprint, manfaatnya bagi lingkungan, serta tahapan pembuatannya. Para siswa kemudian diajak memilih berbagai jenis daun dengan bentuk dan tekstur berbeda untuk menghasilkan motif alami pada kain.

Dengan pendampingan mahasiswa, siswa mempraktikkan proses pembuatan ecoprint mulai dari menyusun daun di atas kain, memukul daun hingga pigmen alami berpindah, hingga melihat hasil motif yang terbentuk. Kegiatan tersebut membuat siswa dapat belajar mengenai seni sekaligus memahami pemanfaatan sumber daya alam secara kreatif.

Antusiasme terlihat dari para siswa yang aktif bertanya, mencoba berbagai kombinasi daun, serta menghasilkan motif yang berbeda sesuai kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa dapat mengembangkan kemampuan berkreasi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Kepala SDN 1 Curugpanjang, Junaedin, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok 10 KKN UIN SMH Banten. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN SMH Banten yang telah membantu kegiatan belajar mengajar sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran melalui ecoprint. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kreativitas siswa dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Melalui program mengajar dan edukasi ecoprint tersebut, Kelompok 10 KKN UIN SMH Banten turut berkontribusi dalam mendukung pembelajaran kreatif di SDN 1 Curugpanjang. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan pengalaman belajar yang inovatif bagi peserta didik di Desa Curugpanjang. (Ril)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA