329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Rampung Diperbaiki, Tersebar di 7 Kecamatan

waktu baca 3 menit
Senin, 24 Agu 2026 23:22 7 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Sebanyak 329 Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rampung diperbaiki sepanjang 2026. Program tersebut tersebar di seluruh tujuh kecamatan dengan alokasi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.

Program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu bentuk intervensi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Selain memperbaiki kondisi bangunan, program ini diarahkan untuk menciptakan hunian yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat penerima manfaat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangerang Selatan Aries Kurniawan mengatakan, seluruh target perbaikan RUTLH tahun 2026 telah terealisasi.

“Target bedah rumah tahun 2026 sebanyak 329 unit dan Alhamdulillah sudah terealisasikan seluruhnya,” ujar Aries dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Dari total tersebut, Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 77 unit rumah. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan intervensi hunian di wilayah tersebut dibandingkan kecamatan lainnya.

Selanjutnya, program perbaikan RUTLH menyasar Kecamatan Serpong sebanyak 56 unit, Ciputat 49 unit, Pamulang 40 unit, Serpong Utara 38 unit, Ciputat Timur 37 unit, dan Setu sebanyak 32 unit.

Dengan demikian, seluruh kecamatan di Kota Tangsel mendapatkan alokasi program perbaikan rumah tidak layak huni pada 2026.

Tujuh Kecamatan Jadi Sasaran

Sebaran program tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memastikan bantuan perbaikan hunian tidak terpusat di satu wilayah saja. Penetapan penerima dilakukan berdasarkan skala prioritas serta tingkat kelayakan rumah.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penerima program diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga bantuan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup warga.

“Yang kita prioritaskan adalah masyarakat yang memang membutuhkan, sehingga bantuan ini bisa tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup warga,” kata Benyamin.

Program RUTLH diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masyarakat miskin, serta penyandang disabilitas yang tidak produktif sesuai ketentuan dalam Peraturan Wali Kota tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan RUTLH.

Setiap rumah penerima memperoleh bantuan senilai Rp75 juta. Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bahan bangunan serta jasa atau tenaga kerja untuk mendukung proses perbaikan rumah.

Dari Pondok Aren hingga Setu

Jika dilihat berdasarkan alokasinya, Pondok Aren menjadi kecamatan dengan jumlah penerima terbanyak, sedangkan Setu mendapat alokasi paling sedikit.

Meski jumlahnya berbeda, seluruh tujuh kecamatan tetap menjadi bagian dari sasaran program. Pola tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan perbaikan RUTLH disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Bagi masyarakat penerima, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan. Hunian yang lebih layak juga diharapkan dapat mendukung keamanan dan kenyamanan keluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Rampungnya 329 unit RUTLH pada 2026 sekaligus menandai selesainya target perbaikan rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Kota Tangsel tahun ini. Pemerintah berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh hunian yang layak, sehat, dan aman. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA