Pertama di Banten, RSB Sahabat Paru Tangerang Fokus Dampingi Perjuangan Pasien TBC

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 18:42 4 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD — Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Tangerang mendapat penguatan melalui kehadiran Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru. Fasilitas yang berada di Perumahan Bina Marga, Cikokol, ini menjadi RSB pertama di Provinsi Banten yang memberikan dukungan khusus bagi pasien TBC.

RSB Sahabat Paru diresmikan oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang, Kamis (27/8/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan bagi pasien TBC, terutama selama menjalani rangkaian pengobatan.

Keberadaan RSB Sahabat Paru tidak hanya diarahkan sebagai fasilitas pendukung kesehatan. Tempat ini juga diharapkan menjadi ruang bagi pasien untuk memperoleh pendampingan, penguatan, serta dukungan sosial agar dapat menjalani pengobatan hingga tuntas.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengatakan penanganan TBC membutuhkan perhatian yang menyeluruh. Menurutnya, pasien tidak cukup hanya mendapatkan pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat.

“TBC bukan hanya persoalan medis. Pasien juga membutuhkan dukungan keluarga, gizi yang cukup, lingkungan yang sehat, dan pendampingan,” ujar Sachrudin.

Hadir untuk Dampingi Pasien TBC

Sachrudin menilai pendampingan menjadi salah satu aspek penting dalam perjuangan pasien melawan TBC. Dukungan tersebut dibutuhkan agar pasien tetap memiliki semangat dan komitmen untuk menyelesaikan pengobatan.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada pasien TBC. Menurutnya, sikap mengucilkan justru dapat membuat pasien merasa sendiri ketika membutuhkan dukungan untuk menjalani proses pengobatan.

“Yang paling penting, jangan sampai ada stigma. Jangan biarkan pasien merasa sendiri atau diasingkan. Mereka membutuhkan perhatian dan dukungan agar bisa menjalani pengobatan sampai tuntas dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya.

Melalui RSB Sahabat Paru, dukungan terhadap pasien diharapkan dapat diberikan secara lebih terarah. Kehadiran fasilitas tersebut juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan TBC.

Sachrudin mengatakan upaya eliminasi TBC memang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan pasien memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama proses pengobatan.

Kolaborasi Pemerintah dan Baznas

RSB Sahabat Paru juga menjadi bagian dari pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kepentingan sosial. Menurut Sachrudin, dana ZIS yang dikelola secara amanah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Persoalan kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Begitu pula zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang ibadah secara personal, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Ia mengapresiasi Baznas Kota Tangerang dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang yang telah membangun kolaborasi dalam menghadirkan RSB Sahabat Paru.

Sachrudin berharap keberadaan RSB Sahabat Paru dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi salah satu penguat dalam upaya eliminasi TBC di Kota Tangerang.

“Semoga RSB Sahabat Paru semakin banyak memberikan manfaat. Karena kesehatan adalah investasi masa depan. Ketika kita membantu satu orang untuk sehat dan pulih, sesungguhnya kita juga sedang membangun keluarga dan masyarakat yang lebih kuat,” pungkas Sachrudin. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA