Damkar Tangsel Butuh 18 Armada Siap Operasional, Saat Ini Baru 6 yang Prima

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 10:05 9 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) idealnya memiliki 18 armada pemadam yang siap operasional. Namun, dari 16 mobil pemadam yang tersedia saat ini, hanya enam unit yang masih dalam kondisi prima.

Kondisi tersebut terungkap saat Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melakukan inspeksi armada Damkar, Selasa (8/9/2026). Dari hasil pemeriksaan, sejumlah kendaraan diketahui mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan, sedang hingga berat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri alias Adam mengatakan, kebutuhan 18 armada siap operasional mengacu pada standar sarana dan prasarana pemadam kebakaran dengan tujuh posko dan satu markas komando.

“Berdasarkan standar sarana prasarana pemadam kebakaran, Tangsel dengan tujuh posko dan satu markas komando idealnya memiliki 18 armada siap operasional,” kata Adam.

Menurut Adam, kondisi tersebut membuat pemenuhan armada menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan. Namun, pengadaan tetap akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan skala kebutuhan di lapangan.

Selain mobil pemadam, Damkar Tangsel juga membutuhkan kendaraan pendukung, termasuk armada pancar dan mobil tangki.

“Damkar juga membutuhkan kendaraan yang mampu menyedot sekaligus menyemprotkan air serta tambahan mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Damkar Tangsel saat ini memiliki 23 kendaraan operasional. Jumlah tersebut terdiri atas 16 mobil pemadam dan tujuh kendaraan pendukung.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, hasil inspeksi menunjukkan sebagian armada mengalami kerusakan kategori ringan, sedang hingga berat.

“Rusak sedang dan rusak berat, ada yang rusak ringan juga,” ujar Benyamin.

Benyamin meminta Damkar menyusun laporan lengkap mengenai kondisi seluruh kendaraan, termasuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan sarana pendukung operasional.

Ia mengatakan armada yang masih memungkinkan digunakan akan direkondisi. Sementara kendaraan yang sudah tidak layak akan diusulkan untuk pengadaan baru.

Peremajaan armada akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Pemkot Tangsel menargetkan pembenahan mulai dilakukan pada 2027 dan dilanjutkan hingga 2029.

“Kalau tidak, kita bagi sampai dengan tahun 2029. Dibagi secara bertahap saja,” katanya.

Menurut Benyamin, kesiapan armada menjadi hal krusial karena tugas Damkar tidak hanya memadamkan kebakaran, tetapi juga menangani berbagai operasi penyelamatan.

Karena itu, selain kendaraan, kelengkapan perlindungan petugas juga menjadi perhatian. Saat ini Damkar Tangsel baru memiliki sekitar 30 set pakaian tahan panas, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 60 set.

Benyamin mendorong agar pengadaan pakaian tahan api bagi petugas yang harus masuk ke lokasi kebakaran turut dimasukkan dalam perencanaan kebutuhan Damkar.

Adam menambahkan, peningkatan sarana dan prasarana akan mulai diarahkan pada 2027. Pengadaan dilakukan bertahap hingga 2029 agar armada dan perlengkapan pendukung secara keseluruhan dapat berada dalam kondisi siap operasional.

“Target peningkatan pengadaan mulai 2027 agar seluruh armada dan sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan secara bertahap hingga 2029,” tandasnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA