KOTA TANGSEL | BD — Ngelogoin Tangsel 2026 menjadi ruang bagi para desainer di wilayah Tangerang Raya untuk menuangkan kreativitas sekaligus menghadirkan karya yang merepresentasikan karakter Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam sayembara desain logo untuk HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan tersebut, puluhan karya ikut bersaing hingga akhirnya karya Syifa Nabilah Azhari terpilih sebagai pemenang.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, pelaksanaan Ngelogoin Tangsel dari tahun ke tahun menunjukkan semakin banyaknya talenta kreatif yang muncul dari wilayah Tangerang Raya.
Menurutnya, keterlibatan desainer dari wilayah tersebut memberikan kesempatan bagi para pelaku kreatif untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya yang dapat digunakan dalam momentum penting Kota Tangerang Selatan.
“Menurut saya dari tahun ke tahun hasilnya sangat membanggakan. Dibuka untuk Tangerang Raya ternyata makin banyak orang-orang hebat, desainer-desainer hebat dengan hasil yang menurut saya dan Pak Wali Kota (Benyamin Davnie) merasa kagum,” ujar Pilar, Selasa (6/10/2026).
Puluhan Desainer Ikut Berkompetisi
Ngelogoin Tangsel 2026 diikuti dengan masuknya 81 karya desain logo yang disubmit peserta. Seluruh karya tersebut terlebih dahulu melalui seleksi administrasi sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dari 81 karya yang masuk, sebanyak 54 karya dinyatakan lolos seleksi. Tahapan selanjutnya kemudian mengerucut hingga menghasilkan empat karya terbaik yang menjadi finalis.
Keempat finalis mendapat kesempatan mempresentasikan karya masing-masing secara langsung di hadapan dewan juri. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebelum satu karya akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.
Dewan juri berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi hingga praktisi desain komunikasi visual. Unsur pemerintah daerah yang terlibat di antaranya Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, serta Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan.
Tak Sekadar Menghasilkan Logo
Pilar mengatakan, Ngelogoin Tangsel tidak hanya menjadi kompetisi untuk menghasilkan sebuah desain logo. Para peserta juga ditantang memahami karakter kota dan menerjemahkannya ke dalam sebuah karya visual.
Karena itu, penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kemampuan desain dalam menyampaikan identitas serta semangat Kota Tangerang Selatan yang memasuki usia ke-18.
“Kita pengen suatu hal yang lebih kritis, desain yang spesifik, yang benar-benar memiliki arti mewakili Kota Tangerang Selatan di usianya ke-18 tahun ini,” kata Pilar.
Menurut Pilar, proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para desainer untuk mengasah kemampuan dan memperkaya pengalaman. Karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai bagian dari kompetisi, tetapi dapat menjadi portofolio yang menunjukkan kemampuan peserta dalam mengerjakan desain dengan kebutuhan dan karakter tertentu.
Ia pun mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti Ngelogoin Tangsel 2026, termasuk para finalis yang berhasil melewati tahapan seleksi.
“Jangan pernah lelah untuk selalu berkreasi. Kalian punya hobi yang sangat luar biasa. Kalian sudah terbukti menjadi finalis,” ucap Pilar.
Pilar berharap Ngelogoin Tangsel dapat terus menjadi ruang bagi desainer di Tangerang Raya untuk berkembang dan menghasilkan karya yang semakin berkualitas.
“Ini adalah ruang untuk mempertajam intuisi Anda dalam sebuah desain. Intuisi itu harus selalu diasah, kalau tidak diasah, tidak dilatih, itu tidak akan menjadi seorang desainer yang hebat,” tuturnya.
Dari rangkaian proses tersebut, karya Syifa Nabilah Azhari akhirnya terpilih sebagai pemenang Ngelogoin Tangsel 2026. Karya tersebut selanjutnya menjadi bagian dari identitas visual dalam rangkaian peringatan HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan. (*)
Tidak ada komentar