Anggaran Kesehatan Kabupaten Tangerang Capai 25 Persen, Bupati Minta Berdampak Nyata bagi Masyarakat

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Jul 2026 18:34 13 Nazwa

TANGERANG | BD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengalokasikan anggaran sektor kesehatan sebesar 24 hingga 25 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Angka tersebut jauh melampaui ketentuan mandatory spending nasional yang menetapkan alokasi minimal 10 persen untuk bidang kesehatan.

Meski demikian, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan besarnya anggaran harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Maesyal saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Sekretaris Daerah Soma Atmaja, jajaran Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, hingga para camat.

“Alokasi anggaran bidang kesehatan ini juga harus dibarengi dengan hasil capaian atau outcome yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal.

Menurutnya, besarnya dukungan anggaran menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai layanan kesehatan, mulai dari pelayanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Namun, seluruh program tersebut harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Kesehatan beserta fasilitas pelayanan kesehatan, terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan setiap program.

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, camat, dan seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen serta kolaborasi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Maesyal mengungkapkan, salah satu indikator positif dari pemanfaatan anggaran tersebut terlihat dari capaian Program Cek Kesehatan Gratis yang hingga Juli 2026 telah menjangkau sekitar 71 persen masyarakat sasaran. Ke depan, cakupan layanan itu akan terus diperluas, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah dan pondok pesantren.

Selain itu, penguatan anggaran juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit dan puskesmas, percepatan penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta pencegahan stunting melalui berbagai program kesehatan masyarakat.

Menurut Maesyal, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang disediakan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan, kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta menurunnya berbagai persoalan kesehatan di daerah.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran terus menjaga komitmen dan bekerja secara terintegrasi agar setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan anggaran yang besar, saya berharap kualitas layanan kesehatan juga semakin baik sehingga masyarakat Kabupaten Tangerang memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA