Gubernur Banten Andra Soni bersama perwakilan APINDO Banten dan pihak terkait berfoto bersama dalam rangkaian penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Mitra Industri Mandiri selaku pengelola SMK Mitra Industri MM2100. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat keselarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. (Foto: Ist)KOTA SERANG | BD — Kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kebutuhan dunia kerja menjadi salah satu tantangan dalam penyiapan tenaga kerja. Untuk menjawab persoalan tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten melalui Yayasan APINDO Daya Banten menjalin kerja sama dengan Yayasan Mitra Industri Mandiri selaku pengelola SMK Mitra Industri MM2100.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pada Jumat (9/10/2026) ini menjadi langkah awal pendirian SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan perusahaan dan perkembangan dunia industri di Provinsi Banten.
Penandatanganan PKS berlangsung dalam rangkaian Banten Investment Forum 2026 dan disaksikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Dalam kesempatan yang sama, Modern Cikande Industrial Estate menyerahkan hibah lahan seluas dua hektare untuk mendukung rencana pengembangan sekolah vokasi tersebut.
Ketua DPP APINDO Banten, Tomy Rachmatullah, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran diharapkan dapat lebih sesuai dengan keterampilan dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Menurut Tomy, lulusan pendidikan vokasi tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis. Mereka juga perlu dibekali kedisiplinan, tanggung jawab, etos kerja, serta profesionalisme agar mampu beradaptasi dengan tuntutan lingkungan kerja.
“Lulusan vokasi tidak hanya harus menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, etos kerja, dan profesionalisme,” jelasnya.
Dalam mengembangkan program tersebut, APINDO Banten menggandeng SMK Mitra Industri MM2100 yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Mitra Industri Mandiri. Sekolah ini dipilih karena memiliki pengalaman selama 12 tahun dalam menjalankan pendidikan berbasis industri.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi acuan dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, kompetensi yang diperoleh siswa diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Pendekatan pendidikan berbasis industri juga menempatkan kesiapan kerja sebagai salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Selain keterampilan sesuai bidang keahlian, siswa perlu memahami kedisiplinan, tanggung jawab, dan standar profesional yang berlaku di lingkungan perusahaan.
Melalui pengembangan sekolah vokasi ini, APINDO Banten berharap hubungan antara lembaga pendidikan dan pelaku industri dapat terjalin lebih erat, sehingga kebutuhan tenaga kerja dapat diantisipasi sejak tahap pendidikan.
Penguatan pendidikan vokasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari penyelenggara pendidikan, perusahaan, hingga pemerintah daerah. Karena itu, pengembangan SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten.
Dukungan dunia usaha turut diwujudkan melalui hibah lahan seluas dua hektare dari Modern Cikande Industrial Estate. Keberadaan lahan tersebut mendukung rencana pengembangan sekolah vokasi berbasis industri di Banten.
Ketua Yayasan APINDO Daya Banten sekaligus Sekretaris DPP APINDO Banten, Najib Hanafi, mengatakan kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama lulusan SMK yang dipersiapkan memasuki dunia kerja.
Menurutnya, keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan perusahaan menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas peluang penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, Ketua Harian DPP APINDO Banten, Kris R Adidarma, menegaskan bahwa peran APINDO tidak terbatas pada persoalan pengupahan dan hubungan industrial. Organisasi tersebut juga memiliki peran dalam penyiapan calon tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan daya saing SDM.
Ketersediaan tenaga kerja yang kompeten juga menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha dan mendukung perkembangan investasi daerah.
Melalui kerja sama dengan SMK Mitra Industri MM2100, APINDO Banten berharap model pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan membantu memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi persaingan dunia kerja. (Idris Ibrahim)
Tidak ada komentar