Benyamin Davnie Ungkap Temuan CKG pada Anak Tangsel, Anemia Jadi Salah Satu Perhatian

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Sep 2026 17:59 32 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap sejumlah kondisi kesehatan yang ditemukan pada anak-anak usia sekolah. Salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel adalah anemia, terutama pada anak perempuan.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan hasil pemeriksaan tersebut memberikan gambaran mengenai sejumlah risiko kesehatan yang dialami anak-anak seusia mereka. Temuan itu menjadi salah satu dasar untuk mendorong perhatian lebih terhadap kesehatan pelajar.

“Cek kesehatan gratis kita ditemukan fakta bahwa anak-anak seusia mereka ini ada empat kondisi risiko,” kata Benyamin saat ditemui di SMPN 13 Tangsel, Kamis (17/9/2026).

Dari sejumlah kondisi tersebut, anemia atau kekurangan darah menjadi salah satu hal yang disoroti Benyamin. Ia menjelaskan, anak perempuan menjadi kelompok yang lebih banyak mengalami kondisi tersebut sehingga mendapat perhatian dalam pemeriksaan kesehatan.

“Yang pertama adalah anemia. Mereka kekurangan darah. Kenapa yang dikumpulkan anak-anak wanita? Karena mereka yang paling banyak mengalami kekurangan darah,” ujarnya.

Menurut Benyamin, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia sekolah. Dengan pemeriksaan, kondisi yang dialami pelajar dapat diketahui lebih awal sehingga dapat menjadi perhatian dalam upaya menjaga kesehatan mereka.

Selain anemia, CKG juga menemukan sejumlah kondisi lain pada anak, di antaranya masalah kesehatan gigi, kecemasan atau stres dalam skala terbatas, serta penurunan ketajaman penglihatan.

Temuan mengenai anemia kemudian ditindaklanjuti Pemkot Tangsel melalui gerakan pemberian vitamin tambahan, termasuk tablet tambah darah, secara serentak di wilayah Tangsel.

Benyamin berharap pemberian tablet tambah darah tidak hanya bergantung pada kegiatan pemerintah. Ia mendorong para pelajar untuk memiliki kesadaran menjaga kesehatan dan melanjutkan konsumsi tablet tambah darah secara mandiri sesuai anjuran.

“Tablet tambah darah ini mudah-mudahan setelah ini kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri, minum tablet tambah darah,” pungkasnya. (Idris Ibrahim) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA