Abraham Garuda Laksono Dorong Sistem Peringatan Bencana Langsung ke Ponsel Warga

waktu baca 4 menit
Kamis, 10 Sep 2026 21:55 5 Redaksi

BANTEN | BD — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono mendorong pemanfaatan teknologi cell broadcast alert system agar peringatan bencana dapat diterima langsung oleh ponsel warga di wilayah yang berpotensi terdampak.

Gagasan tersebut disampaikan Abraham saat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan koordinasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut perintah DPP PDI Perjuangan sekaligus bentuk kepedulian partai terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Banten.

Menurut Abraham, masyarakat tidak cukup hanya memperoleh informasi setelah bencana terjadi. Sistem peringatan dini harus mampu menjangkau warga dengan cepat ketika ancaman mulai terdeteksi.

“Kalau terjadi gempa, masyarakat harus mendapatkan peringatan sedini mungkin. Jangan sampai informasi datang ketika masyarakat sudah panik dan tidak tahu harus melakukan apa,” ujar Abraham.

Ia mendorong BPBD mempertimbangkan penggunaan cell broadcast alert system, yakni teknologi komunikasi seluler yang memungkinkan pemerintah atau otoritas berwenang mengirimkan pesan peringatan secara instan ke perangkat telepon seluler dalam wilayah geografis tertentu.

Dengan sistem tersebut, pesan peringatan dapat diarahkan kepada masyarakat yang berada di kawasan terdampak. Warga pun memiliki waktu untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan evakuasi apabila diperlukan.

“Teknologinya harus kita manfaatkan. Ketika ada gempa atau ancaman bencana lainnya, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak bisa langsung mendapatkan informasi. Tujuannya sederhana, agar masyarakat lebih siap menyelamatkan diri,” kata Abraham.

Soroti Ancaman Megathrust hingga Abu Vulkanik Anak Krakatau

Kunjungan pertama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten dilakukan ke BPBD Provinsi Banten pada pukul 10.00-11.00 WIB.

Pertemuan dibuka Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Barhum.

Dalam pertemuan tersebut, Yeremia Mendrofa menjelaskan tujuan kedatangan rombongan, antara lain menyerahkan kuesioner kepada BPBD untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan kebutuhan penanggulangan bencana di Banten.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyampaian kepada Gubernur Banten, terutama apabila terdapat kebutuhan penguatan fasilitas maupun kebijakan dalam menghadapi potensi bencana.

Dari BPBD, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak pada pukul 11.20-12.30 WIB.

Pertemuan di BMKG dibuka Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Merak Anton Daud bersama Barhum.

Di lokasi tersebut, Abraham turut memaparkan tujuan kunjungan sekaligus berdiskusi mengenai sejumlah isu kebencanaan yang dinilai penting bagi Banten, mulai dari potensi gempa megathrust, El Nino berkepanjangan hingga dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Abraham menilai isu tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi.

“Mitigasi bukan pekerjaan setelah bencana datang. Mitigasi adalah bagaimana kita mempersiapkan masyarakat sebelum bencana itu terjadi,” tegasnya.

Menurut Abraham, koordinasi antara lembaga pemerintah, lembaga teknis, DPRD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana.

Ia juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan merupakan salah satu nilai yang harus terus diwujudkan dalam kerja politik.

“PDIP adalah partai yang didasari rasa kemanusiaan. Karena itu, ketika berbicara tentang bencana, yang kita pikirkan pertama adalah bagaimana keselamatan masyarakat bisa menjadi prioritas,” ujar Abraham.

Perintah DPP, Fokus pada Kesiapsiagaan Masyarakat

Kunjungan ke BPBD dan BMKG dilakukan atas dasar perintah DPP PDI Perjuangan sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya tanggap dan mitigasi kebencanaan.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten menilai informasi dari lembaga teknis seperti BPBD dan BMKG penting untuk memperkuat pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

Selain berdiskusi, rombongan juga menyerahkan kuesioner kepada kedua instansi untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, kebutuhan serta langkah-langkah penanggulangan bencana yang diperlukan.

Abraham menilai langkah tersebut perlu dilanjutkan dengan membangun sistem komunikasi kebencanaan yang lebih cepat dan mudah diterima masyarakat.

“Jangan hanya membangun kesiapan di tingkat pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari sistem itu. Mereka harus tahu kapan harus waspada, ke mana harus evakuasi, dan informasi apa yang harus dipercaya,” katanya.

Ia berharap koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan formal, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

“Ujungnya bukan sekadar laporan kunjungan. Kita ingin ada langkah nyata. Kalau ada teknologi yang bisa membuat masyarakat lebih cepat menerima peringatan, kenapa tidak kita dorong untuk digunakan?” ujar Abraham.

Kunjungan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten tersebut dihadiri Barhum, Abraham Garuda Laksono, Yeremia Mendrofa, Madsuri, Wawan Sumarwan, Toha dan Nia Purnamasari.

Dua kunjungan dalam satu hari itu sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat mata rantai kebencanaan di Banten, mulai dari pemantauan ancaman, koordinasi antarlembaga, penyampaian informasi hingga kesiapan masyarakat melakukan evakuasi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA