BIPA Buka Peluang Bahasa Indonesia Mendunia, PBSI UMT Dorong Mahasiswa Go Global

waktu baca 4 menit
Rabu, 28 Okt 2026 17:25 118 Redaksi

KOTA TANGERANG | BD — Bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai bahasa komunikasi nasional, tetapi juga berpeluang menjangkau masyarakat internasional melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Perspektif tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Gelar Bincang BIPA yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Himpunan Mahasiswa PBSI (HIMA PBSI) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Menyapa Hati dengan Bahasa, Mendekatkan Hati melalui Budaya”, kegiatan yang berlangsung di kampus UMT ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Bahasa. Acara tersebut diikuti mahasiswa PBSI semester 1, 3, 5, dan 7 untuk memperluas wawasan kebahasaan sekaligus mengenal peluang pengembangan bahasa Indonesia di tingkat global.

Ketua Pelaksana, Novelia Gladis Rohima, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan BIPA secara lebih mendalam kepada mahasiswa sekaligus membuka perspektif mengenai luasnya cakupan keilmuan pendidikan bahasa Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa mengenal lebih jauh apa itu BIPA dan bagaimana penerapannya. Kami juga ingin membuka pandangan bahwa pendidikan bahasa Indonesia memiliki cakupan yang luas,” ujar Novelia.

Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber mencakup pengenalan BIPA dan langkah awal yang dapat ditempuh mahasiswa untuk mendalami bidang tersebut.

Diskusi dipandu Elysia Eka Aurellia dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Goziyah, M.Pd., dosen BIPA UMT, dan Lusy Widiyanti, S.Pd., Terbaik III Duta Bahasa Banten 2024.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh wawasan mengenai pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing serta keterkaitannya dengan pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Novelia menjelaskan, BIPA memiliki silabus pembelajaran yang membantu penutur asing mempelajari bahasa dan budaya Indonesia secara terstruktur.

Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa bahasa Indonesia tidak hanya memiliki peran strategis di dalam negeri, tetapi juga berpotensi semakin dikenal dan diminati di tingkat internasional.

“Kami berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini sampai selesai dapat memperoleh perspektif baru dan semakin terbuka terhadap berbagai peluang pengembangan keilmuan PBSI. Dr. Goziyah juga menyatakan kesediaannya untuk membimbing mahasiswa yang berminat mendalami BIPA,” katanya.

Dekan FKIP UMT Apresiasi Kolaborasi Mahasiswa

Dekan FKIP UMT, Dr. Sumiyani, M.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan Gelar Bincang BIPA. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa HIMA PBSI mampu mengembangkan aktivitas organisasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik yang mendukung pengembangan mahasiswa.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi penuh terselenggaranya acara ini. HIMA PBSI telah membuktikan kapasitasnya, tidak hanya bergerak di bidang akademik, tetapi juga aktif dan gemilang di ranah nonakademik. Kegiatan ini benar-benar menyentuh marwah dan esensi utama keilmuan PBSI,” ujarnya.

Sumiyani berharap agenda Bulan Bahasa pada tahun mendatang dapat berkembang lebih luas, tidak hanya melibatkan mahasiswa PBSI, tetapi juga membuka peluang partisipasi internasional.

“Semoga pada tahun berikutnya, agenda Bulan Bahasa ini tidak hanya berada dalam lingkup mahasiswa PBSI, tetapi juga dapat melibatkan peserta dari tingkat internasional,” tambahnya.

Peringatan Bulan Bahasa Diisi Apresiasi Seni

Gelar Bincang BIPA diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kayla Zahira Ramadhani, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars UMT yang dipimpin Tyara Octaviani.

Rangkaian pembukaan juga diisi laporan Ketua Pelaksana Novelia Gladis Rohima serta sambutan Ketua Umum HIMA PBSI Luluk Mukaromah, Pembina HIMA PBSI Irpa Anggriani Wiharja, M.Pd., perwakilan BEM UMT Kandah Rosul, Ketua Program Studi PBSI Haerudin, M.Pd., Dekan FKIP UMT Dr. Sumiyani, M.Pd., dan Komarodin, M.Pd., yang hadir mewakili Wakil Rektor III UMT.

Suasana acara semakin semarak melalui penampilan puisi berantai oleh Intan, Khairul, dan Aurel. Menjelang penutupan, Pialama Jaya Waruwu turut menghibur peserta melalui penampilan menyanyi.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut ditutup dengan dokumentasi bersama panitia.

Melalui kegiatan ini, PBSI dan HIMA PBSI UMT berharap mahasiswa semakin memahami peluang pengembangan bahasa Indonesia, baik dalam ranah pendidikan maupun diplomasi budaya. Pengenalan BIPA diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Kontributor: Luluk Mukaromah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA