Chainalysis: Indonesia Nomor 2 Pertumbuhan Kripto Tertinggi di Asia Pasifik 2025

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Sep 2025 15:52 122 Nazwa

KRIPTO | BD – Indonesia berhasil menempati peringkat kedua sebagai pasar aset digital dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik (APAC), hanya terpaut dari Jepang. Pencapaian ini terlihat dari lonjakan on-chain value received yang naik 103% sepanjang periode Juli 2024 hingga Juni 2025, sebagaimana dipaparkan dalam laporan terbaru Chainalysis berjudul 2025 Geography of Cryptocurrency Report.

Istilah on-chain value received merujuk pada total nilai kripto yang masuk dan tercatat di jaringan blockchain pada suatu wilayah. Indikator ini kerap digunakan untuk mengukur tingkat adopsi serta intensitas transaksi nyata di ekosistem aset digital.

Asia Pasifik sendiri kini menjadi kawasan dengan laju pertumbuhan kripto paling pesat di dunia. Nilai transaksi bulanan di jaringan blockchain naik dari sekitar US$81 miliar pada Juli 2022, mencapai puncaknya di US$244 miliar pada Desember 2024, dan stabil di atas US$185 miliar per bulan hingga pertengahan 2025.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa tren tersebut selaras dengan perkembangan nyata di Indonesia. Menurutnya, jumlah investor dan aktivitas perdagangan, baik di pasar spot maupun derivatif, terus bertumbuh secara konsisten.

“Posisi Indonesia yang kini berada tepat di bawah Jepang merupakan pencapaian signifikan, sekaligus bukti bahwa adopsi kripto di dalam negeri berkembang dengan sangat cepat. Dukungan regulasi yang semakin jelas, kepercayaan masyarakat yang meningkat, serta peran generasi muda sebagai penggerak utama menjadi faktor pendorong utamanya,” ujar Calvin, Senin (29/9/2025).

Ia juga menambahkan, Tokocrypto mencatat kenaikan volume transaksi sebesar 10% secara tahunan hingga Juli 2025. Hal ini menunjukkan minat masyarakat tetap solid meski kondisi pasar global cenderung fluktuatif. “Kami percaya tren positif ini akan terus berlanjut. Tokocrypto akan menghadirkan lebih banyak inovasi produk dan layanan agar masyarakat bisa berpartisipasi dengan cara yang lebih mudah, aman, dan transparan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Calvin menilai pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia didorong oleh kombinasi faktor, mulai dari dominasi generasi muda yang akrab dengan teknologi, dukungan regulasi yang semakin matang, hingga hadirnya produk inovatif yang inklusif. Ia menekankan bahwa ekosistem kripto nasional kini tidak hanya sekadar mengikuti arus global, melainkan mulai menjadi salah satu pilar dalam penguatan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

Dengan momentum ini, Indonesia dipandang berpeluang besar menjelma sebagai pusat kripto regional pada paruh kedua 2025 sekaligus mempertegas posisinya di lanskap ekonomi digital global. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA