Dinas Pendidikan Tangsel Waspadai Dampak Medsos, Sebut Picu Kasus Perundungan di Sekolah

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Jun 2026 15:58 9 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti serius dampak penggunaan media sosial di kalangan pelajar yang dinilai semakin memicu berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menyebut media sosial menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kasus perundungan, kekerasan, pelecehan, hingga intoleransi di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sejumlah kasus yang tergolong dalam tiga dosa besar pendidikan kerap berawal dari interaksi dan konten di ruang digital yang tidak terkontrol dengan baik oleh siswa.

“Banyak kejadian di sekolah yang salah satu penyebabnya bermula dari media sosial. Situasinya sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu ada penguatan pengawasan dan pembatasan penggunaan dunia digital di kalangan anak-anak sekolah,” ujar Deden.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Selain pengawasan, Dinas Pendidikan juga mendorong penguatan literasi digital di sekolah agar siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi, termasuk memahami risiko penyebaran informasi dan dampak sosial dari aktivitas di media sosial.

Deden menjelaskan, upaya tersebut juga terintegrasi dengan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang kini diperkuat oleh pemerintah daerah. Jika sebelumnya penanganan kekerasan di sekolah dilakukan melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), kini telah diperbarui menjadi Satgas BSAN.

Satgas tersebut bertugas memperkuat pencegahan, penanganan, serta pendampingan terhadap kasus-kasus kekerasan di lingkungan sekolah secara lebih terstruktur dan terkoordinasi.

“Dengan sistem yang baru ini, kami ingin memastikan setiap laporan bisa ditangani lebih cepat dan tepat, sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tambahnya.

Pemerintah Kota Tangsel berharap sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat memperkuat perlindungan anak dari dampak negatif dunia digital, sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan berkarakter. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA