Hanya Punya 10 Kamar, Rumah Singgah Tangsel Dinilai Belum Memadai

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Apr 2026 11:40 15 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Ketersediaan rumah singgah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai masih belum memadai. Saat ini, fasilitas penampungan sementara milik Dinas Sosial (Dinsos) Tangsel tersebut hanya memiliki 10 kamar untuk menampung warga terlantar, tunawisma, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membutuhkan penanganan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tangsel, Carsono, mengatakan kapasitas rumah singgah yang ada saat ini sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan.

“Yang tersedia sekarang hanya 10 kamar. Idealnya dua orang per kamar, tapi untuk kondisi tertentu satu kamar hanya bisa diisi satu orang,” ujar Carsono saat ditemui, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tertentu yang dimaksud antara lain penghuni dengan penyakit menular maupun ODGJ berat yang membutuhkan penanganan khusus. Hal itu membuat daya tampung rumah singgah menjadi tidak maksimal.

Menurutnya, rumah singgah berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat sebelum dilakukan penanganan lanjutan.

“Konsepnya memang singgah. Maksimal 14 hari. Dalam masa itu kami lakukan identifikasi dan verifikasi apakah yang bersangkutan punya keluarga atau tidak,” jelasnya.

Penghuni rumah singgah berasal dari berbagai sumber, mulai dari laporan masyarakat, hasil penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga penanganan aparat kepolisian.

“Hampir setiap hari ada laporan. Ada juga kiriman dari Polsek, hasil razia Satpol PP, termasuk tunawisma dan ODGJ,” katanya.

Saat ini, Dinsos Tangsel menyiagakan lima tenaga perawat untuk menangani para penghuni dengan latar belakang kondisi yang beragam. Selain perawatan dasar, petugas juga melakukan pendampingan selama masa tinggal.

Setelah masa penampungan berakhir, Dinsos akan menelusuri identitas penghuni melalui verifikasi biometrik. Jika diketahui berasal dari luar daerah, maka koordinasi dilakukan dengan dinas sosial setempat untuk proses pemulangan.

“Kalau warga Tangsel, kami upayakan dipertemukan dengan keluarganya. Kalau dari luar daerah, kami koordinasikan dengan dinas sosial asal,” ucapnya.

Carsono menilai keterbatasan kapasitas rumah singgah menjadi alasan penting perlunya penambahan fasilitas baru yang lebih representatif. Pemerintah Kota Tangsel saat ini tengah mengusulkan pembangunan rumah singgah baru guna meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat.

“Harapannya ke depan ada rumah singgah yang lebih layak dan kapasitasnya lebih besar, supaya pelayanan juga lebih maksimal,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA