HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 14:12 14 Nazwa

TANGERANG | BD — Ratusan anak mengikuti khitanan massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa, Kamis (8/10/2026).

Khitanan massal diikuti anak-anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan layanan bagi 100 peserta sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT yang tahun ini dikemas secara sederhana dengan mengedepankan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan khitanan massal menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial sekaligus wujud rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Tangerang.

“Tahun ini dalam menyambut HUT dilakukan secara sederhana, mengedepankan kegiatan sosial serta meningkatkan rasa syukur,” ujar Soma seusai meninjau langsung pelaksanaan khitanan massal.

Menurut Soma, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan. Selain membantu meringankan biaya, kegiatan ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.

Direktur RSUD Tigaraksa, Muhammad Faridzi Fikri, mengatakan pihaknya menyiapkan lima tim medis untuk mendukung pelaksanaan khitanan massal tersebut.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan tenaga kesehatan dari RSUD Balaraja dan RSUD Kabupaten Tangerang.

“Jadi kami persiapkan untuk menerima 100 peserta yang disediakan dan sejauh ini sudah 70 peserta dari perwakilan 29 kecamatan,” ungkap Faridzi.

Ia menjelaskan, khitanan massal menggunakan dua metode, yakni metode manual dan kauterisasi yang lebih dikenal masyarakat sebagai sunat laser.

Menurut Faridzi, pemilihan metode dilakukan setelah peserta menjalani pemeriksaan sehingga tindakan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

“Kami menyiapkan dua metode, yaitu metode manual dengan standar keamanan yang tinggi dan metode kauterisasi yang sering dikenal sebagai sunat laser. Tentunya sebelum dilakukan tindakan, peserta akan melalui pemeriksaan terlebih dahulu sehingga metode yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak,” jelasnya.

Salah satu keluarga peserta, Aris, warga Kecamatan Legok, mengaku terbantu dengan pelaksanaan khitanan massal tersebut.

“Alhamdulillah sangat terbantu, tidak perlu mengeluarkan biaya besar, bahkan kami diberikan bingkisan,” kata Aris.

Menurut Aris, kegiatan tersebut membantu keluarga yang ingin mengkhitankan anak tetapi harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi.

Ia berharap kegiatan sosial seperti khitanan massal dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Semoga Kabupaten Tangerang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pemerintah terus memberikan perhatian serta kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga di usia yang ke-394 ini Kabupaten Tangerang semakin baik dan semakin dekat dengan masyarakat,” harapnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA