Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan arahan dalam kegiatan rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran dan Penjamuran–Kronjo sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah. (Foto: Ist)TANGERANG | BD — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran dan Jalan Penjamuran–Kronjo yang memiliki total panjang lebih dari 11 kilometer.
Rekonstruksi dua ruas jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya Kecamatan Kronjo dan sekitarnya.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan jalan yang berkualitas memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas warga.
“Pembangunan infrastruktur tidak pernah berhenti. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia berharap rekonstruksi jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi perkembangan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas masyarakat seperti perjalanan menuju pusat pelayanan, kegiatan usaha, hingga distribusi hasil produksi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menjelaskan, rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran dilakukan pada ruas sepanjang 9,27 kilometer. Hingga 2025, kondisi jalan mantap telah mencapai 3,9 kilometer.
Pada tahun 2026, penanganan dilakukan mulai segmen 1 hingga segmen 7 sepanjang 5,19 kilometer. Setelah pekerjaan tersebut selesai, kondisi jalan mantap diproyeksikan meningkat menjadi 9,09 kilometer, dengan sisa ruas yang belum tertangani sepanjang 0,18 kilometer.
Sementara itu, ruas Jalan Penjamuran–Kronjo memiliki panjang 2,34 kilometer. Kondisi jalan mantap hingga 2025 mencapai 0,91 kilometer, kemudian dilakukan rekonstruksi sepanjang 0,93 kilometer pada 2026 sehingga kondisi jalan mantap meningkat menjadi 1,84 kilometer.
Iwan menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata Iwan.
Melalui rekonstruksi tersebut, Pemkab Tangerang berharap akses antarwilayah semakin terhubung dan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan melalui kemudahan mobilitas serta meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan sekitar. (*)
Tidak ada komentar