Peserta dari JHL Group dan Banksasuci Foundation melakukan aksi bersih Sungai Cisadane dengan mengangkat berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, styrofoam hingga sampah rumah tangga. (Foto: Ist)TANGERANG | BD — JHL Group menggandeng Banksasuci Foundation untuk membersihkan sampah di Sungai Cisadane, Tangerang, Sabtu (19/9). Aksi bertajuk Cisadane River Clean-Up tersebut digelar sehari menjelang World Cleanup Day 2026 dan melibatkan perwakilan sejumlah unit bisnis JHL Group.
Para peserta turun langsung ke kawasan sungai untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kantong plastik, styrofoam hingga sampah rumah tangga. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan ditimbang sebagai bagian dari proses pengelolaan sampah dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Impactful Ecosystem JHL Group yang mendorong keterlibatan lintas unit dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Pemilihan Sungai Cisadane sebagai lokasi kegiatan berkaitan dengan keberadaan sungai tersebut sebagai salah satu ekosistem penting di wilayah Tangerang. Kondisi sungai juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang alirannya.
Selain menjadi aksi bersih sungai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi karyawan JHL Group atau JHL Folks untuk melihat secara langsung persoalan sampah dan kondisi lingkungan di sekitar sungai.
CEO JHL Group Venny Fransisca Hermawan mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Dengan semangat yang ada di kaus kita, Impactful Ecosystem. Yang akan kita lakukan hari ini merupakan sebuah langkah kecil, pastinya, dari sebuah komitmen di JHL Group untuk bisa membawa dampak—baik itu sosial, ekonomi, budaya, maupun dampak terhadap lingkungan—terutama lingkungan di mana kita berada dan melakukan aktivitas kita sehari-hari.”
Venny mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama terhadap persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar.
“Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya menjadi sebuah gagasan. Kita perlu hadir dan mengambil bagian secara langsung, terutama pada persoalan yang kita temui di sekitar kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak JHL Folks untuk melihat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi.”
Dalam kegiatan tersebut, sampah yang dikumpulkan tidak langsung dibuang. Banksasuci Foundation bersama peserta terlebih dahulu melakukan pemilahan dan penimbangan untuk mengetahui jenis serta volume sampah yang berhasil diangkat dari kawasan sungai.
Material yang masih dapat dimanfaatkan atau didaur ulang dipisahkan. Selanjutnya, Banksasuci menangani proses pengangkutan dan pengelolaan sampah sesuai dengan jenisnya.
Ketua Banksasuci Foundation Ade Yunus mengatakan upaya menjaga Sungai Cisadane membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Menjaga sungai bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ketika komunitas, perusahaan, dan masyarakat dapat bergerak bersama, kita tidak hanya membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga membangun kesadaran tentang bagaimana sampah harus dikelola sejak dari sumbernya.”
Menurut Ade, kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat perlu terus dikembangkan agar kepedulian terhadap sungai tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi Sungai Cisadane dan masyarakat di sekitarnya.”
Cisadane River Clean-Up menjadi bagian dari program JHL Lestari dalam membangun Impactful Ecosystem. Program tersebut menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan keterlibatan karyawan serta kolaborasi bersama komunitas yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sungai.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong stewardship sungai, yakni keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga dan merawat keberlanjutan ekosistem sungai.
Bagi JHL Group, aksi tersebut menjadi momentum untuk membawa isu keberlanjutan dari ruang diskusi ke lapangan. Peserta tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga melihat secara langsung persoalan yang dihadapi ekosistem sungai.
Digelar sehari sebelum World Cleanup Day, kegiatan di Sungai Cisadane sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah membutuhkan perhatian yang berkelanjutan.
Aksi bersih sungai dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik serta memperkuat kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga Sungai Cisadane. (*)
Tidak ada komentar