Jurnalis Tangerang Deklarasikan Environmental Journalist Network, Tanam 10 Ribu Mangrove di Ketapang

waktu baca 4 menit
Rabu, 10 Jun 2026 13:23 19 Nazwa

TANGERANG | BD – Sejumlah jurnalis di Kabupaten Tangerang mendeklarasikan Environmental Journalist Network (EJN) atau Jaringan Jurnalis Lingkungan sekaligus melakukan penanaman 10 ribu batang mangrove di kawasan pesisir Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen insan pers untuk tidak hanya mengawal isu lingkungan melalui pemberitaan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi pelestarian alam.

Deklarasi EJN yang berlangsung di kawasan Ketapang Urban Aquaculture itu dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid serta sejumlah pejabat daerah, akademisi, komunitas lingkungan, pelajar, dan perwakilan dunia usaha.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut menandai lahirnya Environmental Journalist Network sebagai wadah kolaborasi para jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Environmental Journalist Network (EJN) didinamisatori oleh Sri Mulyo, Ketua PWI Kabupaten Tangerang periode 2022–2025. Kehadiran jaringan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas wartawan dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan secara profesional, kritis, dan berkelanjutan.

Selain Bupati Tangerang, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tangerang Rudi Hartono, Camat Mauk Angga Yuliyanto, Sekcam Teluknaga Ferry Zulfian, Sekcam Sukadiri Ahmad Jajuli, komunitas lingkungan Banksasuci, unsur akademisi, serta pelajar.

Penanaman 10 ribu batang mangrove dilakukan bersama PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Mill Tangerang sebagai bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir. Program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pelestarian lingkungan yang telah dijalankan perusahaan sejak 2018 dengan total penanaman mencapai 183 ribu pohon mangrove.

Kegiatan juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Hima Ilkom) FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dan SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Acara semakin meriah dengan penampilan Marching Band Panca Widya Karya SMKN 5 Kabupaten Tangerang, yang pernah meraih Juara II Piala Presiden 2019.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengapresiasi langkah para jurnalis yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.

“Kami bangga sekali profesi wartawan menambah aktivitasnya dengan aksi terhadap lingkungan. Inilah yang membedakan wartawan Kabupaten Tangerang dengan wartawan lainnya. Bukan hanya memberitakan, tetapi juga langsung melakukan aksi,” ujar Maesyal Rasyid.

Menurutnya, keterlibatan wartawan dalam kegiatan lingkungan dapat menjadi contoh positif sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Wilayah Kabupaten Tangerang sekitar 71 persen masih berupa kawasan pedesaan. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi antara lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Maesyal juga menyebut kawasan Ketapang Urban Aquaculture telah menjadi salah satu model pengelolaan kawasan pesisir yang mendapat perhatian luas. Kawasan tersebut bahkan pernah dikunjungi kepala daerah dari 12 negara di Asia Timur, sejumlah menteri, hingga Kapolri.

Sementara itu, Sri Mulyo, selaku Ketua Presidium Environmental Journalist Network (EJN), mengatakan pembentukan jaringan tersebut berangkat dari kesadaran bahwa isu lingkungan hidup membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak, termasuk insan pers.

“Environmental Journalist Network hadir sebagai wadah kolaborasi para jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Kami ingin memperkuat kapasitas dan peran wartawan dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan secara profesional, kritis, dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyo.

Menurutnya, EJN tidak hanya berfokus pada aktivitas jurnalistik, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung wartawan dalam kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan.

“Deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa menjadi bagian dari solusi. Selain memberitakan persoalan lingkungan, kami juga ingin terlibat dalam aksi nyata, mulai dari penanaman pohon, konservasi pesisir, edukasi masyarakat, hingga mendukung program-program pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Sri Mulyo berharap EJN dapat menjadi jembatan kolaborasi antara media, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, Kholisul Fatihkin, Department Sustainability Head PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Mill Tangerang, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem pesisir.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus mengawal berbagai program pelestarian lingkungan agar berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dengan deklarasi tersebut, para jurnalis yang tergabung dalam Environmental Journalist Network berkomitmen mengembangkan jurnalisme lingkungan yang berkualitas, mengawal kebijakan publik yang berpihak pada keberlanjutan, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai aksi pelestarian lingkungan di Tangerang maupun wilayah lainnya.

Berikut Tim 9 (Deklarator) ENJ:

1. Sri Mulyo
2. Ade Yunus
3. A. Rizki Suhardi
4. Mohamad Romli
5. Fajar Aditya Kusuma
6. Rahmat Halawa
7. Ahmad Yanuar
8. Suryadi Abet
9. Rizani Wirgus Worodiyanto. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA