Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Ma’ruf Amin Ajak Kedua Pihak Tempuh Jalur Damai

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Jul 2026 13:32 13 Nazwa

JAKARTA | BD — Meningkatnya eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman mendorong Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin, mengajak kedua belah pihak segera menghentikan pertikaian dan menempuh jalur damai. Untuk mendukung penyelesaian konflik, Ma’ruf Amin menawarkan konsep “Jembatan Dialog Empat Pilar” yang menekankan gencatan senjata, dialog, rekonsiliasi politik, serta perlindungan jalur logistik internasional.

Seruan tersebut disampaikan menyusul memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap kapal-kapal tanker di jalur strategis Selat Bab el-Mandeb yang berdampak terhadap stabilitas keamanan kawasan dan perdagangan global.

Melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, di Jakarta, Rabu (29/7), Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang dinilai tidak hanya menimbulkan korban kemanusiaan, tetapi juga membawa dampak luas terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.

“Kiai Ma’ruf Amin sangat sedih melihat kondisi mutakhir ini. Beliau mengetuk hati nurani para pemimpin di Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk segera menghentikan pertikaian. Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci. Sudah saatnya senjata diturunkan dan meja dialog digelar secara konstruktif,” ujar Masduki.

Sebagai kontribusi pemikiran dari Indonesia, Ma’ruf Amin menawarkan konsep Jembatan Dialog Empat Pilar sebagai pendekatan moderasi (wasathiyah) dalam penyelesaian konflik.

Pilar pertama adalah gencatan senjata kemanusiaan dengan menghentikan seluruh operasi militer kedua belah pihak, termasuk serangan di kawasan Bab el-Mandeb. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah memburuknya krisis kemanusiaan sekaligus menjaga keamanan jalur perdagangan internasional yang berpengaruh terhadap perekonomian global.

Pilar kedua adalah menghidupkan kembali dialog internal umat (ukhuwah Islamiyah) melalui peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama para ulama dunia sebagai mediator yang netral. Menurut Ma’ruf Amin, penyelesaian konflik harus dibangun atas semangat persaudaraan Islam, bukan didominasi kepentingan pihak luar yang berpotensi memperpanjang pertikaian.

Pilar ketiga berupa rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik dengan mendorong Arab Saudi dan kelompok Houthi menyusun peta jalan (roadmap) keamanan kawasan yang saling menghormati kedaulatan masing-masing. Stabilitas Yaman, menurutnya, merupakan bagian penting dari keamanan Arab Saudi, demikian pula sebaliknya.

Adapun pilar keempat adalah jaminan keamanan jalur logistik internasional melalui pembentukan zona bebas konflik di Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut memiliki peran strategis bagi perdagangan dunia sehingga keamanannya perlu dijaga demi mencegah gangguan pasokan energi dan lonjakan harga global.

Di akhir pernyataannya, Ma’ruf Amin menegaskan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia siap mendukung setiap upaya perdamaian melalui dialog dan diplomasi.

“Perang tidak pernah melahirkan pemenang sejati. Yang tersisa hanyalah kehancuran bagi generasi masa depan umat. Mari kita sudahi pertikaian ini dan bangun kembali jembatan dialog yang bermartabat,” kata Masduki menyampaikan pesan Ma’ruf Amin. (Aat SS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA