Krisis Air Bersih Melanda Desa Cirarab, 85 KK Bergantung Bantuan BPBD

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2026 15:31 15 Nazwa

TANGERANG | BD – Krisis air bersih melanda Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menyusul rendahnya intensitas hujan selama beberapa waktu terakhir. Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) kini bergantung pada pasokan air bersih yang didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Camat Legok, M. Yusuf Fachroji, mengatakan bantuan air bersih disalurkan sebagai respons cepat pemerintah terhadap kesulitan yang dialami warga selama musim kemarau. Distribusi akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Saat ini sekitar 85 kepala keluarga terdampak kesulitan mendapatkan air bersih akibat rendahnya intensitas hujan. Kami bersama BPBD Kabupaten Tangerang terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga,” kata Yusuf Fachroji kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, di lokasi terdampak terdapat empat tangki penampungan air. Namun, hanya tiga tangki yang dapat difungsikan karena satu tangki berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan pengangkut air.

“Dari empat tangki yang tersedia, tiga tangki dapat digunakan dengan kapasitas total sekitar 8.050 liter. Dua tangki berkapasitas 3.050 liter sudah terhubung dengan jaringan pipa ke rumah-rumah warga, sedangkan satu tangki berkapasitas 5.000 liter masih digunakan secara manual,” jelasnya.

Menurut Yusuf, Pemerintah Desa Cirarab telah lebih dahulu menyalurkan bantuan air bersih sebagai langkah awal penanganan sebelum BPBD mengirimkan pasokan tambahan. Koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD terus dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga.

“Upaya penanganan sudah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah Desa Cirarab. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BPBD agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Legok bersama BPBD Kabupaten Tangerang akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan selama musim kemarau. Distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan warga hingga pasokan air kembali normal. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA