Site icon BantenDaily

Kukerta Kelompok 30 UIN Banten Matangkan Program Kerja Bersama Aparat Desa Malingping Selatan

LEBAK | BD – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar rapat koordinasi bersama aparat Desa Malingping Selatan, Kabupaten Lebak, Minggu (20/7/2026), sebagai langkah awal mematangkan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.

Rapat tersebut bertujuan menyamakan persepsi antaranggota, membagi tugas dan tanggung jawab, serta menyusun strategi pelaksanaan program agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, staf dusun Desa Malingping Selatan, Pipin, memberikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan program Kukerta. Ia menekankan pentingnya penanggung jawab pada setiap kegiatan agar pelaksanaannya berjalan terarah dan mudah dievaluasi.

Peserta Kukerta Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdiskusi bersama staf dusun Desa Malingping Selatan, Pipin, terkait penyusunan dan pelaksanaan program kerja selama masa pengabdian. (Foto: Ist)

“Setiap program kerja harus ada penanggung jawabnya masing-masing, supaya jelas siapa yang mengawal dari awal sampai selesai,” ujar Pipin.

Ia juga mengingatkan rencana pembentukan saluran komunikasi warga melalui WhatsApp perlu dikelola secara bijak mengingat anggotanya berasal dari berbagai unsur masyarakat.

“Kalau mau membuat saluran WA, itu bagus untuk komunikasi, tetapi harus hati-hati karena elemen masyarakatnya banyak dan beragam. Niatnya untuk hal-hal positif, jangan sampai menjadi ajang perdebatan atau saling usil antarwarga,” katanya.

Menurut Pipin, seluruh program kerja yang disusun mahasiswa harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat setempat, termasuk karakter peserta didik di dua Sekolah Dasar (SD) dan satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menjadi sasaran kegiatan edukasi.

“Program yang disusun harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat di sini, baik dari sisi intelektual maupun pengalaman. Jangan sampai programnya terlalu berat atau tidak sesuai dengan kondisi anak-anak SD dan MI,” jelasnya.

Terkait program pencegahan perundungan (bullying), Pipin menyarankan agar edukasi lebih difokuskan kepada para ibu melalui kegiatan posyandu. Menurutnya, kerja sama formal mengenai isu tersebut menjadi kewenangan pihak sekolah.

Sementara untuk program percepatan penanganan stunting, ia mendorong mahasiswa berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dan kader posyandu agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif.

Selain itu, Pipin mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan bahasa yang santun dalam penyampaian materi edukasi stunting agar mudah diterima masyarakat.

Untuk program pembuatan papan penunjuk jalan, ia meminta mahasiswa menyesuaikan pelaksanaannya dengan kemampuan kelompok tanpa memaksakan target tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, Pipin juga menjelaskan wilayah sasaran pelaksanaan program meliputi Cikeusik Lebak, Cikadongdong, dan Cikeusik Timur. Ia menilai kesiapan mental mahasiswa menjadi faktor penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Salah satu yang penting itu melatih mental, karena mahasiswa akan langsung berhadapan dengan masyarakat,” ujarnya.

Menutup arahannya, Pipin berpesan agar seluruh anggota Kukerta menjalankan pengabdian dengan penuh keikhlasan, menjaga kekompakan, serta membawa nama baik kampus selama berada di Desa Malingping Selatan.

Rapat koordinasi tersebut turut membahas program unggulan dan program pendamping yang telah disesuaikan dengan potensi desa, termasuk penyusunan jadwal kegiatan dan pembagian tugas setiap divisi.

Melalui koordinasi ini, Kukerta Kelompok 30 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Malingping Selatan. (Ril)

Exit mobile version