Pasar Saraswati Ciledug Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Maggot di Kota Tangerang

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Okt 2025 21:28 187 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD — Kota Tangerang kini memiliki contoh nyata pengelolaan sampah organik berbasis maggot. Pasar Saraswati Ciledug sukses mengurangi tiga ton sampah setiap hari melalui program inovatif budi daya maggot yang dijalankan sejak dua bulan terakhir.

Menurut pengelola pasar Rudi Hendra Priyatno, inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan sistem TPS3R untuk mendukung program lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Semua limbah organik di pasar—mulai dari sisa sayuran hingga buah dan makanan—diubah menjadi pupuk, kompos, media tanam, hingga pakan ternak yang bisa digunakan gratis oleh masyarakat sekitar.

“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada pedagang dan pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dalam dua bulan berjalan, hasilnya sudah signifikan, maggot mampu mengurangi sekitar 3 ton sampah organik per hari,” ungkap Rudi, Senin, 20 Oktober 2025.

Ia menuturkan, selain mengatasi masalah sampah, budi daya maggot dari jenis black soldier fly (BSF) juga membantu menekan populasi lalat hijau yang sering mengganggu area pasar.
Setiap bulannya, hasil pengolahan ini mampu menghasilkan 2–3 kwintal pupuk yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Setiap Jumat kami bagikan pupuk hasil olahan sampah ini. Warga umum juga bisa datang langsung untuk mendapatkan kompos atau media tanam,” tambahnya.

Program maggot ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pasar lain untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah organik yang produktif dan ramah lingkungan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA