PBPI Tangsel Siapkan Program Padel Goes to School untuk Cetak Atlet Muda

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 19:03 24 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan program Padel Goes to School sebagai salah satu strategi menjaring dan membina bibit atlet muda sejak usia dini.

Program tersebut menjadi bagian dari agenda kepengurusan PBPI Tangsel periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan Ahmad Najib, yang berkomitmen membangun sistem pembinaan padel secara terarah dan berkelanjutan.

Najib mengatakan, pertumbuhan olahraga padel di Tangerang Selatan tidak cukup hanya ditandai dengan semakin banyaknya pemain dan venue. Perkembangan tersebut perlu diikuti dengan sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.

“Padel tumbuh sangat cepat di Tangerang Selatan. Bagi kami, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat padel semakin ramai, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhannya sehat, organik, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Najib, Senin (31/8/2026).

Melalui Padel Goes to School, PBPI Tangsel akan mengenalkan olahraga padel kepada pelajar. Program tersebut kemudian diarahkan pada pembentukan junior club, pembinaan berdasarkan kelompok usia, hingga penyelenggaraan kompetisi junior.

PBPI Tangsel menargetkan program ini dapat menjadi pintu masuk bagi pelajar yang memiliki minat dan potensi di olahraga padel untuk mendapatkan pembinaan secara berjenjang.

Sistem tersebut akan mengarahkan pemain dari tingkat pemula menuju junior player, kemudian berkembang menjadi student athlete, hingga atlet kompetitif dan profesional.

“Dari anak yang pertama kali memegang raket, menjadi junior player. Dari junior player menjadi student athlete. Dari student athlete berkembang menjadi atlet kompetitif,” katanya.

Untuk mendukung pembinaan tersebut, PBPI Tangsel juga akan menerapkan sistem leveling pemain. Sistem ini ditujukan untuk membantu pemetaan kemampuan atlet sehingga proses latihan dan kompetisi dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing pemain.

Selain itu, peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan menjadi bagian dari agenda PBPI Tangsel. Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui sertifikasi dan peningkatan kompetensi.

PBPI Tangsel juga menyiapkan program one-door advocacy bagi pengelola venue untuk membantu komunikasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait berbagai persoalan administrasi dan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Najib menegaskan, PBPI tidak dimaksudkan sebagai jalan pintas untuk mengabaikan aturan. Organisasi akan berperan dalam memetakan persoalan dan memfasilitasi komunikasi agar pengembangan venue tetap berjalan secara legal dan tertib.

Di sisi lain, PBPI Tangsel memastikan pembinaan atlet muda tidak mengesampingkan pendidikan. Komunikasi dengan sekolah, pemerintah daerah, PBPI Banten, PBPI Pusat, serta institusi pendidikan akan diperkuat untuk menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan atlet.

Najib menyebut sejumlah atlet Banten telah mampu bersaing di tingkat nasional hingga memperkuat Tim Nasional Indonesia. Capaian tersebut menjadi salah satu motivasi PBPI Tangsel untuk melahirkan lebih banyak atlet melalui sistem pembinaan yang terstruktur.

PBPI Tangsel juga membidik momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032 yang akan digelar di Banten dan Lampung. Tangsel siap berkontribusi melalui atlet, venue, sumber daya manusia, kompetisi, maupun dukungan terhadap program PBPI Banten.

“Kita ingin suatu hari nanti Tangerang Selatan tidak hanya dikenal karena mempunyai banyak lapangan padel. Tetapi dikenal karena mempunyai ekosistem padel yang sehat, profesional, inklusif, dan mampu melahirkan prestasi,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA