Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 menyalurkan bantuan kepada gereja di Banten melalui program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah sebagai wujud kepedulian sosial. (Foto: Ist)JAKARTA | BD — PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) IX Jakarta 2 menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat dengan menyalurkan bantuan kepada sejumlah gereja di Banten melalui program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus mendorong terciptanya rumah ibadah yang lebih layak, nyaman, aman, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pelaksanaan program dilakukan secara serentak di sejumlah unit kerja dan area yang berada di bawah naungan Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, meliputi Area Kali Deres, Area Cireundeu, Area Tangerang, Area Tanjung Priok, hingga Area Kebayoran Baru.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan kepedulian terhadap rumah ibadah merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai ruang interaksi sosial dan pembentukan karakter masyarakat.
“Program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah merupakan komitmen transformasi kami dari sekadar bantuan renovasi fisik tempat ibadah menjadi pembangunan infrastruktur kota yang berkelanjutan dan ramah bagi semua golongan,” ujar Maryono dilansir Selasa (6/10).
Ia menambahkan, keberadaan rumah ibadah yang layak dan nyaman dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“Rumah ibadah adalah pusat peradaban, tempat pembentukan karakter, dan titik temu sosial masyarakat. Dengan menghadirkan tempat ibadah yang layak, aman, serta nyaman, Pegadaian memastikan bahwa keberadaan kami membawa kemanfaatan yang konkret dan langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.
Program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah mencakup berbagai bentuk dukungan, baik untuk renovasi maupun pengadaan fasilitas penunjang kegiatan ibadah.
Bantuan renovasi dapat digunakan untuk memperbaiki bagian bangunan seperti atap, dinding, dan fasad rumah ibadah. Dukungan juga mencakup perbaikan fasilitas sanitasi, termasuk toilet dan sarana pendukung lainnya.
Selain renovasi fisik, bantuan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana rumah ibadah, seperti karpet, genset, sistem tata suara, serta pendingin ruangan atau AC.
Pegadaian juga memberikan perhatian terhadap aspek aksesibilitas. Fasilitas ramah difabel menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut, antara lain melalui pembangunan ramp atau bidang miring bagi pengguna kursi roda serta pemasangan handrail di area tangga dan toilet.
Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi penyandang disabilitas dan lansia sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan lebih nyaman dan aman.
Maryono mengatakan kepedulian sosial juga perlu tumbuh dari lingkungan internal perusahaan. Karena itu, keterlibatan insan Pegadaian dalam berbagai kegiatan sosial menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
“Kami ingin memastikan bahwa insan Pegadaian tidak hanya unggul secara profesionalitas kerja, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk hadir membantu sesama,” ujar Maryono.
Melalui program tersebut, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berharap rumah ibadah yang mendapatkan dukungan dapat berkembang menjadi ruang yang tidak hanya nyaman untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga terbuka bagi berbagai aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah menjadi bagian dari komitmen TJSL perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 juga berkomitmen melanjutkan berbagai program sosial yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)
Tidak ada komentar