PLP 34 UIN Banten Serahkan Bank Sampah ke MIN 1 Cilegon, Dorong Kepedulian Lingkungan

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Okt 2026 16:30 14 Redaksi

CILEGON | BD — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Integratif Kelompok 34 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menyerahkan fasilitas bank sampah kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Cilegon, Jumat (9/10/2026). Program ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah sekaligus meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB di lapangan belakang MIN 1 Kota Cilegon tersebut dilaksanakan setelah kegiatan Jumat Ta’lim. Penyerahan bank sampah mengusung tema “Kelompok PLP 34 untuk Lingkungan: Membangun Kebiasaan Baik melalui Bank Sampah.”

Ketua PLP Integratif Kelompok 34, Ibnu Sabilillah, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Kami berharap Bank Sampah ini tidak sekadar menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi benar-benar menjadi awal terbentuknya kebiasaan baik di madrasah. Perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah dan membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fasilitas bank sampah diserahkan kepada pihak madrasah agar dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh seluruh warga MIN 1 Kota Cilegon. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas, tetapi juga oleh komitmen seluruh warga madrasah untuk menerapkannya secara konsisten.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Oman Farhurahman, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kuliah.

“Program ini menjadi bentuk pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Kami berharap kegiatan seperti ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan madrasah dan membangun kesadaran ekologis sejak dini,” tuturnya.

Melalui program bank sampah, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya melalui upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak usia sekolah.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Kota Cilegon, Ali Mahmud, S.Pd.I., M.Pd., menyambut baik inisiatif mahasiswa PLP Integratif Kelompok 34 dan menerima penyerahan fasilitas bank sampah untuk dikelola di lingkungan madrasah.

“Kami menyambut baik inisiatif mahasiswa PLP Integratif Kelompok 34. Semoga Bank Sampah ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan bank sampah dapat mendorong keterlibatan seluruh warga madrasah dalam menjaga kebersihan. Dengan demikian, tanggung jawab terhadap lingkungan tidak hanya dibebankan kepada petugas kebersihan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan kesadaran bersama.

Melalui penyerahan fasilitas tersebut, mahasiswa PLP Integratif Kelompok 34 UIN SMH Banten mengajak siswa, guru, dan seluruh warga madrasah untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari. Pemilahan sampah berdasarkan jenisnya diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Semangat tersebut terangkum dalam slogan kegiatan, “Satu botol, satu aksi! Kita semua, peduli lingkungan!” Slogan ini menjadi ajakan agar kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dengan penyerahan bank sampah tersebut, Kelompok PLP Integratif 34 berharap MIN 1 Kota Cilegon dapat mengembangkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA