Respons Cepat BPBD Kota Tangerang dan Polisi Tangani Pemuda Mengamuk di Ciledug

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 12:50 91 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD – Penduduk di Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, terperanjat oleh kejadian dramatis dan menegangkan pada dini hari Minggu (18/01/26).

Seorang pria muda bernama RF (21) diduga menderita gangguan jiwa parah dan bertindak agresif sambil membawa senjata runcing berupa golok, sehingga beberapa anggota keluarga dan tetangga mengalami cedera.

Tim gabungan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ciledug Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, bersama Polsek Ciledug, tiba di tempat kejadian setelah mendapat laporan dari warga yang merasa terancam keselamatannya.

Perilaku brutal RF kemungkinan dipicu oleh depresi akibat masalah percintaan. Ia menyerang tanpa pandang bulu siapa pun yang mendekatinya, bahkan kerabat terdekatnya.

“Menurut informasi dari keluarga, korban yang terluka semalam termasuk orang tua, paman, dan sanak saudaranya,” kata Barasetio, anggota UPT Damkar Ciledug, saat diwawancarai di kantornya.

Proses menjinakkan pelaku berjalan tegang dan memerlukan waktu sekitar satu jam. Awalnya, petugas berusaha mendekati dengan cara persuasif, mengajaknya berbincang secara emosional untuk menenangkan diri. Namun, usaha itu gagal karena kondisi mental pelaku sangat tidak terkendali.

Untuk melindungi diri dan masyarakat sekitar, petugas akhirnya menggunakan tongkat bambu untuk memukul senjata dari tangannya dan menaklukkannya.

“Kami harus menggunakan bambu karena ia memegang senjata tajam yang membahayakan dan menyerang kami tanpa ampun. Dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk menenangkan pemuda itu,” tambah Barasetio.

Setelah berhasil ditaklukkan, petugas segera mengikat tangan dan kaki pelaku sebagai tindakan pencegahan agar tidak melanjutkan serangan. RF lalu diserahkan kepada keluarganya untuk penanganan selanjutnya.

Saat ini, RF telah dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan pengobatan atas masalah kesehatan mentalnya. Kondisi di lokasi insiden sudah kembali tenang, meskipun warga masih syok dengan kejadian tersebut. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA