Sespimmen Polri Dorong Solusi Stabilkan Harga Sembako dan Perkuat Ketahanan Pangan Sumedang

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Agu 2026 10:54 5 Redaksi

TANGERANG | BD —  Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg 67 Poklat 7 mendorong sejumlah solusi untuk menstabilkan harga sembako sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang melalui Focus Group Discussion (FGD) di Mapolres Sumedang, Kamis (13/8/2026).

FGD tersebut melibatkan 11 perwira menengah Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan daerah. Kegiatan mendapat dukungan dari Kapolres Sumedang, Dr. Reza Ma’ruffi, S.H., S.I.K., M.H., dan menjadi forum untuk membahas persoalan distribusi, harga bahan pokok, serta potensi pangan lokal.

Sejumlah unsur hadir dalam diskusi, di antaranya Kasatreskrim Polres Sumedang, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asosiasi Pengelola Pasar, serta tokoh masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah belum tersedianya pasar induk di Kabupaten Sumedang. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap rantai distribusi karena pedagang lokal harus berperan sebagai agen untuk mendapatkan pasokan dari distributor.

Panjangnya rantai distribusi berpotensi membuat harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen lebih tinggi dibandingkan harga distributor. Kondisi ini kemudian menjadi salah satu fokus pembahasan dalam FGD.

Sebagai bagian dari solusi, peserta forum mendorong adanya pasar induk di Sumedang untuk memperpendek mata rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi penyaluran bahan pokok.

Selain itu, forum menggagas Bazar Pasar Murah sebagai langkah yang dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, khususnya ketika terjadi kenaikan harga di pasaran.

Aspek pengawasan distribusi juga menjadi perhatian. Kepolisian mendorong pengawasan terhadap gudang-gudang distributor untuk mengantisipasi praktik penimbunan yang berpotensi mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga sembako.

Tidak hanya membahas stabilitas harga, FGD turut menyoroti penguatan potensi pangan lokal. Ubi Cilembu menjadi salah satu komoditas yang dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan guna meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Tokoh masyarakat H. Sobirin menyambut positif pelaksanaan FGD tersebut. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan harga tetap terjangkau.

Kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Brigjen Pol Nurcholis dan disupervisi Kombes Pol Purwanto. FGD berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan sekaligus alternatif solusi terkait stabilitas harga dan ketahanan pangan di Sumedang.

Melalui forum tersebut, peserta Sespimmen Polri mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, distribusi berjalan sehat, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA