Setahun Kepemimpinan Andra Soni, Kritik Mahasiswa Diakomodasi sebagai Bahan Perbaikan

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 13:17 5 Nazwa

BANTEN | BD – Gubernur Banten Andra Soni menerima berbagai masukan dari kalangan mahasiswa sebagai bahan pertimbangan dalam menyempurnakan kebijakan pembangunan daerah. Aspirasi tersebut disampaikan perwakilan Aliansi BEM seluruh Banten dalam aksi damai di pintu utama Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, pada Jumat (20/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menyempatkan diri bertemu langsung dengan para mahasiswa dan melaksanakan dialog secara langsung. Ia menyatakan bahwa masukan yang diterima menyentuh berbagai bidang strategis, meliputi perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan mutu layanan masyarakat, keterbukaan dalam pengelolaan pemerintahan, hingga permasalahan lingkungan dan kebencanaan.

“Berbagai masukan dari mahasiswa telah kami catat untuk menjadi acuan evaluasi. Ini merupakan bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan ke depan,” tutur Andra Soni.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten menempatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan daerah. Kritik dan masukan yang disampaikan dipandang sebagai manifestasi kepedulian terhadap kondisi masyarakat serta arah pembangunan Banten ke depan.

“Mahasiswa memiliki fungsi pengawasan sosial. Apa yang mereka sampaikan mencerminkan suara rakyat yang layak mendapat perhatian serius dari pemerintah,” katanya.

Menurut Andra Soni, beberapa masukan yang disampaikan selaras dengan program prioritas yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya peningkatan kualitas jalan, pemerataan akses pendidikan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

“Masukan tersebut semakin memperkuat tekad kami untuk terus memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andra Soni menyatakan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi mahasiswa secara lebih bermakna, salah satunya dengan melibatkan mereka dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Ke depan, kami menginginkan mahasiswa tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga terlibat dalam proses perencanaan pembangunan, termasuk dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan. Ini merupakan upaya kami untuk mewujudkan pemerintahan yang partisipatif,” katanya.

Menutup pertemuan, Andra Soni berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa tetap berjalan secara konstruktif demi terwujudnya pembangunan Banten yang adil dan berkelanjutan.

“Melalui dialog dan kerja sama, kita dapat membangun Banten yang lebih baik,” tutup Andra Soni. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA