Wanto Sugito (kedua dari kiri) dan Abraham Garuda Laksono (kanan) bersama jajaran pendukung Banteng Banten saat menghadiri pembukaan Soekarno Cup U-17 2026 di Lapangan 10 November, Surabaya, Senin (10/8/2026). (Foto: Ist)SURABAYA | BD — Soekarno Cup U-17 2026 resmi bergulir di Surabaya, Senin (10/8/2026). Turnamen yang diikuti 16 provinsi tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan trofi, tetapi juga menjadi panggung pembinaan talenta muda sekaligus penanaman karakter, disiplin, persatuan, dan sportivitas.
Pembukaan Soekarno Cup U-17 2026 berlangsung di Lapangan 10 November Surabaya pukul 15.00-16.30 WIB. Sejumlah tokoh hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Hasto Kristiyanto, Ganjar Pranowo, Darmadi, Ade Sumardi, Wanto Sugito, Iwan Rahayu, Abraham Garuda Laksono, Ida Rosida, Hendri Zein, Bambang Janoko, Gita Swarantika, Nia Purnamasari, Barhum, Yeremia Mendrofa, Ubaedillah, Sugiyanto, Madsuri, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun, dan MH Said Abdullah.
Menyaksikan langsung pembukaan turnamen, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Wanto Sugito menilai Soekarno Cup bukan sekadar kompetisi untuk menentukan tim terbaik. Menurutnya, turnamen ini menjadi momentum penting untuk membangun karakter generasi muda melalui sepak bola.
“Senang dan bangga bisa menyaksikan langsung pembukaan Soekarno Cup di Surabaya. Ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, disiplin, persatuan, dan sportivitas anak-anak muda kita,” ujar Wanto.
Wanto mengatakan, kehadiran 16 provinsi memberikan pengalaman berharga bagi para pemain U-17 untuk berkompetisi sekaligus belajar menghargai perbedaan. Atmosfer pertandingan antardaerah diharapkan mampu membentuk mental dan sikap para pemain sejak usia muda.
Bagi Wanto, hasil pertandingan memang penting. Namun, cara meraih kemenangan tidak kalah penting dalam proses pembinaan pemain.
“Kami tentu ingin Banten meraih hasil terbaik. Tetapi yang tidak kalah penting, anak-anak harus bertanding dengan disiplin, bekerja sama, menghormati lawan, dan menjaga sportivitas. Menang itu penting, tetapi menang dengan cara yang terhormat jauh lebih penting,” katanya.
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun mengatakan pemilihan Surabaya sebagai lokasi pembukaan memiliki makna historis. Kota tersebut dikenal sebagai Kota Pahlawan sekaligus memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa dan sosok Soekarno.
Komarudin menegaskan, Soekarno Cup tidak boleh hanya dimaknai sebagai kompetisi untuk mencari juara. Turnamen usia muda ini juga diarahkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter melalui nilai disiplin, sportivitas, persatuan, dan kerja sama.
“Karakter lebih penting daripada sekadar meraih trofi,” ujar Komarudin.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan gagasan Nation and Character Building serta pemikiran Bung Karno yang menempatkan olahraga sebagai salah satu sarana membentuk generasi muda.
Karena itu, keberhasilan pemain tidak semata-mata diukur dari jumlah kemenangan. Sikap ketika bertanding, penghormatan terhadap lawan, kemampuan menjaga sportivitas, serta kerja sama tim menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap Soekarno Cup dapat menjadi salah satu pintu bagi pemain muda untuk menapaki jenjang sepak bola profesional.
Menurut Eri, kompetisi antardaerah memberikan ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan secara langsung di hadapan lingkungan kompetitif. Ia berharap turnamen tersebut melahirkan talenta-talenta baru yang kelak mampu memperkuat Timnas Indonesia.
“Harapannya dari kompetisi ini lahir pemain-pemain yang nantinya bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia,” ujar Eri.
Selain kemampuan teknik, kompetisi U-17 juga menjadi sarana menguji mental pemain ketika berhadapan dengan tim dari daerah lain.
MH Said Abdullah mengatakan Jawa Timur siap menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional bagi seluruh kontingen Soekarno Cup U-17 2026.
Ia memastikan 16 provinsi peserta mendapatkan perlakuan dan hak yang sama selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, seluruh pertandingan harus berlangsung secara adil dengan mengedepankan fair play dan sportivitas.
Said juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Soekarno Cup harus terbebas dari sikap rasis.
“Tidak ada sikap rasis dalam penyelenggaraan Soekarno Cup,” katanya.
Ia menilai sepak bola seharusnya menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda dari berbagai daerah. Perbedaan latar belakang dan identitas daerah tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan diskriminasi.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, kata Said, siap memberikan pelayanan dan fasilitas yang memadai bagi seluruh kontingen selama turnamen berlangsung.
Bagi Wanto Sugito, kehadiran Banteng Banten FC dalam Soekarno Cup U-17 2026 menjadi kesempatan bagi para pemain muda Banten untuk menunjukkan kemampuan di panggung nasional.
Ia meminta para pemain menjaga disiplin, kekompakan, dan semangat bertanding sepanjang turnamen. Target prestasi tetap menjadi bagian dari perjuangan, tetapi tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus terhadap proses permainan.
“Semoga dari panggung ini lahir pemain-pemain muda yang kelak bisa bermain di level profesional dan memperkuat Timnas Indonesia,” ujar Wanto.
Sementara itu, Abraham Garuda Laksono mengatakan pembukaan Soekarno Cup menjadi titik penting setelah para pemain Banteng Banten FC menjalani proses panjang sejak seleksi, pemusatan latihan hingga sejumlah pertandingan uji coba.
“Pembukaan hari ini menjadi momentum bagi kami untuk melihat anak-anak tampil di panggung nasional. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, training camp, dan sejumlah uji coba, sekarang waktunya mereka menunjukkan hasil kerja kerasnya,” kata Abraham.
Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten itu mengaku bangga melihat 25 pemain terbaik Banten dapat tampil dalam kompetisi nasional bersama perwakilan dari 15 provinsi lainnya.
“Setelah proses panjang, Alhamdulillah, 25 pemain terbaik Banten bisa sampai di titik ini. Mereka bukan hanya membawa nama tim, tetapi membawa nama Banten,” ujarnya.
Abraham berharap para pemain tidak terbebani target juara. Ia meminta mereka tetap tenang, fokus menjalankan instruksi pelatih, serta menikmati setiap pertandingan.
“Kami tentu punya target. Kami ingin memberikan yang terbaik dan kalau bisa membawa pulang Piala Soekarno Cup. Tetapi anak-anak harus tetap tenang, fokus, percaya pada proses, dan bermain dengan semangat serta sportivitas,” katanya.
Menurut Abraham, pengalaman bertanding di Soekarno Cup diharapkan menjadi bekal penting bagi para pemain Banteng Banten untuk melanjutkan perjalanan menuju sepak bola profesional.
“Doakan dan dukung anak-anak Banten. Mudah-mudahan perjuangan mereka di Surabaya memberikan hasil terbaik dan menjadi awal perjalanan mereka menuju sepak bola profesional, bahkan Timnas Indonesia,” ujarnya. (*)
Tidak ada komentar